Kerusakan akibat badai, banjir dan gelombang panas membawa kerugian miliaran dolar bagi Amerika Serikat. Nilai kerugian ini akan terus bertambah seiring dengan krisis iklim yang makin parah.
Hal ini terungkap dalam laporan berjudul “Risky Business” yang diluncurkan baru-baru ini. Amerika telah menderita kerugian miliaran dollar akibat bencana seperti kerugian akibat Badai Sandy di Kota New York. Saat permukaan air laut terus naik dan iklim berubah “Risky Business” menyajikan secara detil kerugian yang akan diderita oleh Amerika Serikat jika tidak beraksi atasi perubahan iklim.
Dalam jangka waktu 15 tahun ke depan, kenaikan air laut dan badai yang semakin sering terjadi akan meningkatkan kerugian dari $2 miliar/tahun menjadi $3,5 miliar/tahun. Hal ini terutama terjadi di wilayah pesisir Amerika bagian timur dan Teluk Meksiko.
Jika ditambah dengan ancaman dari puting beliung, nilai kerusakan akan melonjak menjadi $7,3 miliar/tahun sehingga nilai kerusakan total akibat puting beliung, topan dan bencana alam yang lain seperti banjir menjadi $35 miliar.
Perubahan iklim juga akan menurunkan produksi pertanian sebesar lebih dari 10% dalam 5-25 tahun ke depan. Hal ini terutama terjadi di Amerika bagian selatan dan barat tengah. Lebih spesifik, penurunan produksi jagung, gandum, kacang kedelai dan katun akan mencapai lebih dari 20%.
Di bidang energi, perubahan suhu akibat kenaikan emisi gas rumah kaca akan melambungkan kebutuhan energi Amerika Serikat, memaksa mereka mendirikan pembangkit baru dengan kapasitas hingga 95 GW dalam 5 hingga 25 tahun ke depan. Kapasitas ini setara dengan 200 pembangkit listrik tenaga batu bara atau gas dengan biaya mencapai $12 miliar per tahun. Laporan lengkap bisa dibaca pada tautan berikut: Risky Business.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment