Oleh: Dr.-Ing Eko A Setiawan dan Tim TREC – FTUI *

Bulan November tahun 2021 ditengah wabah covid yang melanda dunia, tim riset dari TREC / Tropical Renewable Energy Center Fakultas Teknik Universitas Indonesia berangkat menuju pusat penelitian energi di Hawaii, Amerika Serikat. Kedatangan kami adalah untuk melakukan commissioning atau pemasangan dan pengujian alat konversi energi yang telah kami kembangkan di tanah air, untuk diimplementasikan di laboratorium lapangan Coconut Island, Hawaii.

Alat ini diberi nama DCON, yang merupakan perangkat elektronik DC-DC Converter yang berfungsi untuk menaikkan tegangan dari baterai 48 volt menjadi 200 hingga 300 volt DC, dengan kapasitas daya mencapai tiga ribu Watt. Buat apa alat ini? Dua buah unit DCON secara berurutan diuji untuk mensuplai listrik alat pendingin ruangan / air conditioner, dan DCON ketiga digunakan untuk mengisi baterai e-Boat atau perahu listrik di sana. Alhamdulillah, semua berjalan lancar sesuai harapan. Sebelumnya pada bulan Agustus 2021, ketiga unit alat ini telah dikirim terlebih dahulu ke Hawai’i dengan standar pengepakan barang agar tetap aman dan terjamin.

Setibanya di pusat riset energi di Hawai’i, ketiga DCON ini akan diintegrasikan dengan sistem kelistrikan yang disebut dengan microgrids, sebuah sistem jaringan listrik skala kecil yang terdiri dari peralatan listrik yang cukup canggih. Satu set baterai lithium-ion yang digunakan sebagai back-up daya listrik jika sewaktu waktu terjadi pemadaman, peralatan pendingin dan penerangan ruang kantor, serta terhubung dengan sistem pengisian baterai untuk kendaraan listrik. Apa yang spesial dari aktifitas ini?

Yang pertama, rancangan dan pengembangan alat ini dilakukan oleh anak-anak negeri sendiri. Membuat alat ini bukanlah perkara mudah, butuh waktu sekitar lima tahun untuk mencapai performa seperti saat ini yang kemudian dipesan sebanyak tiga buah oleh pihak luar negeri. Membaca banyak jurnal, desain rangkaian hingga pengujian adalah kegiatan sehari -hari. Silih bergantinya anggota tim juga menjadi bagian dari lika-likunya penelitian ini.

Kedua, patut diketahui bahwa selama ini pendingin ruangan dan fasilitas charging kendaraan listrik selalu menggunakan sumber arus bolak-balik atau alternating current; kami melakukannya dengan sumber tegangan arus searah atau direct current. Dengan perkembangan bidang power electronics, berbagai alat untuk mengkonversi listrik dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kinerja sebuah sistem.

Ketiga, alat ini menjadi perangkat alternatif, selain inverter yang sudah banyak digunakan, dengan keluaran listrik yang jauh lebih stabil serta efisien.

Keempat, alat dengan spesifikasi seperti ini sangat sulit ditemukan di pasaran dalam dan luar negeri, oleh karena itu pihak luar negeri mencarinya hingga datang dan melihat langsung penerapan DCON di kampus UI, Depok.

Kelima, dengan capaian ini maka terbuka peluang kerjasama riset dengan institusi luar negeri untuk pengembangan dan penerapan yang lebih luas, serta mencari peluang pasar disana.

Konsistensi riset dan keinginan untuk melakukan inovasi menjadi salah satu motivasi kami dalam mengembangan alat ini. Kami ingin ada karya nyata yang dapat dihasilkan dan dapat digunakan, sehingga bangsa ini bersiap untuk menjadi “pemain” bukan sebagai “penonton” atau pengguna teknologi khususnya di bidang energi terbarukan.

Kami juga menghimbau kepada para kolega di perguruan tinggi bahwa penelitian tidak boleh berhenti pada tulisan ilmiah/paper saja, karena paper tidak dapat menghasilkan devisa untuk bangsa ini. Berikut adalah testimonial dari dua peneliti di Hawai’i atas kinerja DCON. Semoga mengispirasi dan teruslah berkarya.

https://youtube.com/shorts/tqd6BFVydjE?feature=share 

https://youtube.com/shorts/MtaMuU93F3k?feature=share

–##–

* Tim TREC UI terdiri dari Dr.-Ing Eko A Setiawan, IPU, Samsul Ma’arif, ST.,MT, Ikhsan Hernanda, ST dan Muhammad S Aulia, ST.