Oleh: Swary Utami Dewi *

Magelhaens (Ferdinand Magellan) dari Kerajaan Portugal selama ini dipercaya sebagai orang pertama yang berlayar dari Eropa ke barat menuju Asia. Ia juga dianggap orang Eropa pertama yang melayari Samudera Pasifik, serta orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi dunia. Namun sejarah bisa berubah drastis, jika apa yang dipaparkan dalam buku “Pengeliling Bumi Pertama adalah Orang Indonesia: Enrique Maluku (2014)” menjadi pandangan baru yang dianut dunia. Persis seperti beralihnya pandangan dari bumi yang berbentuk datar menjadi bulat global. Buku menarik inilah yang dibahas dalam Obrolan Satupena ke-4 yang dipandu oleh Swary Utami Dewi dan Elza Peldi Taher, pada 12 September 2021.

Siapakah pengarang buku tersebut di atas? Tidak lain tidak bukan dua sahabat yang dikenal lawas menggawangi berbagai kuis di TV Indonesia. Mereka adalah Helmy Yahya dan Reinhard R. Tawas. Kedua penulis buku ini menegaskan pengeliling bumi pertama adalah Enrique Maluku (Enrique Molucca). Dan mereka hadir langsung dalam acara obrolan santai Satupena tersebut.

Helmy memulai dengan menjelaskan apa yang mereka lakukan ini sebagai bentuk kecintaan mepada

Reinhard menjelaskan sosok Enrique yang sama ini dikenal pula sebagai Enrique El Negro–nama panggilannya dalam bahasa Spanyol– di Philipina, serta Panglima Awang Enrique (Enrique dari Malaka) seperti yang diyakini rakyat Malaysia. Diperkirakan hidup pada 1495- 1522 (atau beberapa tahun sesudahnya), pria ini hidup sezaman dengan Magelhaens (1480-1521).

Seperti dimaksud di atas, Magelhaens selama ini diyakini sebagai orang pertama yang berlayar dari Eropa ke barat menuju Asia. Ia juga dianggap merupakan orang Eropa pertama yang melayari Samudera Pasifik. Selain itu, ia diyakini sebagai orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi dunia. Pendapat ini diamini mayoritas dunia. Diajarkan di sekolah semenjak anak masih mengenyam pendidikan dasar.

Namun, Helmy dan Reinhard berpendapat lain. Mereka berkeyakinan bahwa pengeliling bumi pertama adalah Enrique Maluku. Keyakinan ini, menurut keduanya didasarkan pada serangkaian penelusuran dokumen dan naskah terkait.

Sumber rujukan utama penulisan buku bersampul biru laut ini adalah catatan perjalanan tim ekspedisi Magelhaens yang ditulis Antonio Pigafetta. Catatan ini masih tersimpan rapi di perpustakaan Universitas Yale, AS. Selain itu, buku yang terbit perdana 2014 tersebut mendasarkan diri pada laporan yang ditulis Maximimillanus Transylvanus.

Maximimillanus mewawancarai sisa 18 orang awak kapal ekspedisi Magelhaens yang berhasil kembali ke Spanyol. Dan Enrique ternyata ada di ekspedisi kerajaan Portugal tersebut.

Bagaimana ceritanya sehingga Enrique ada di situ? Telusur dokumen nenunjukkan Enrique terlibat dalam pelayaran Magelhaens, yang saat itu mengabdi pada Kerajaan Spanyol. Namun Magelhaens tewas di tengah perjalanan. Tepatnya di Filipina. Jadi ia tidak tuntas mengelilingi bumi. Sisa armada kapal Magelhaens yang selamat kembali hingga Spanyol, seperti tersebut di atas, berjumlah 18 orang. Dari wawancara terhadap 18 awak kapal inilah muncul nama Enrique Maluku.

Berkat tulisannya ini, di akhir Agustus 2021, Helmy dan Reinhard diganjar penghargaan dari sebuah lembaga pendidikan di Ambon. Berhentikah mereka menelusuri dokumen tentan Enrique? Tentu tidak. Reinhard menegaskan dalam edisi terbaru buku yang sedang dalam proses pengerjaan, bahkan terdapat tambahan dokumen yang makin mendukung keyakinan mereka, yakni catatan dari sejarah Spanyol masa lampau. Ia berharap ada pihak yang bisa membantu mewujudkan penerbitan edisi terbaru ini. Senoga segera terwujud.

–##–

* Swary Utami Dewi adalah Wasekjen Satupena, Board Kawal Borneo