IRENA akhirnya menerbitkan laporan yang memandu transisi energi dunia guna membatasi kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C.
Laporan berjudul “World Energy Transitions Outlook: 1,5°C Pathway” menunjukkan jalan menuju tercapainya target Persetujuan Paris dan memperlambat pemanasan global dan krisis iklim dengan mentransformasi lanskap energi global.
Laporan ini menyajikan pilihan yang bisa diambil dunia untuk membatasi kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C dan membawa emisi CO2 mendekati “net-zero emission” pada pertengahan abad ini.
Laporan IRENA juga memberikan wawasan yang komprehensif tentang pilihan teknologi, kebutuhan investasi dan konteks sosio-ekonomi untuk mencapai masa depan energi yang inklusif, tangguh dan berkelanjutan.
Menurut IRENA, guna memenuhi target pengurangan CO2 pada tahun 2050, dunia memerlukan kombinasi dari:
1. Teknologi dan inovasi untuk memajukan transisi energi dan meningkatkan pengelolaan emisi karbon;
2. Kebijakan yang mendukung dan proaktif;
3. Aksi penciptaan lapangan kerja untuk meningkatkan taraf sosial dan ekonomi masyarakat;
4. Kerjasama internasional untuk menjamin ketersediaan dan akses energi.
Temuan-temuan utama dalam laporan IRENA ini meliputi:
Pertama, teknologi yang telah terbukti mendukung sistem energi menuju “net-zero emission” sebagian besar sudah ada saat ini. Teknologi tersebut diantaranya adalah energi terbarukan, hidrogen hijau, dan bioenergi modern, yang menurut IRENA akan mendominasi energi dunia di masa datang.
Kedua, diperlukan kombinasi teknologi untuk menjaga dunia tetap pada jalur kenaikan suhu bumi di bawah 1,5°C. Ini termasuk produksi energi yang semakin efisien untuk memastikan pertumbuhan ekonomi; dekarbonisasi sistem energi yang didominasi oleh energi terbarukan; peningkatan penggunaan listrik di gedung, industri dan transportasi untuk mendukung dekarbonisasi; perluasan produksi dan penggunaan hidrogen hijau, bahan bakar sintetis dan bahan bakunya; dan target penggunaan biomassa dari sumber yang berkelanjutan.
Ketiga, pasar keuangan dan investor sudah bergerak. Untuk mengantisipasi transisi energi yang akan datang, pasar keuangan dan investor, menurut laporan IRENA telah mengalihkan investasi mereka dari bahan bakar fosil menuju teknologi energi lain, termasuk energi terbarukan.
Keempat, investasi yang mendukung transisi energi harus meningkat 30% dari investasi yang sudah direncanakan menjadi total $131 triliun antara sekarang dan 2050 atau setara dengan rata-rata $4,4 triliun setiap tahun.
Kelima, kebijakan sosial dan ekonomi nasional akan memainkan peran mendasar dalam mewujudkan transisi energi dengan kecepatan yang diperlukan untuk membatasi kenaikan suhu bumi di bawah 1,5 ° C.
IRENA menyatakan, laporan ini mengidentifikasi peluang untuk mendukung pengambilan keputusan dan kebijakan yang terinformasi guna membangun sistem energi global yang baru. Proses tersebut selaras dengan jalannya Dialog Tingkat Tinggi PBB.
Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) akan merilis laporan lengkap yang akan memberikan visi yang komprehensif dan langkah-langkah kebijakan yang menyertai untuk transisi tersebut.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment