Bandung Utara –  Puluhan Petani Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung tampak antusias menerima pembagian bibit tanaman Kelor dan beberapa jenis tanaman buah. Para petani yang kebanyakan perempuan itu antre mendapatkan giliran jatah bibit yang diberikan para dosen dan mahasiswa dari Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung.

“Hari ini kami bahagia karena bisa menemui bapak dan ibu petani di Cikadut. Dari Yayasan Odesa kami mendapatkan kabar bahwa di sini pernah menjadi lokasi galian tambang dan membutuhkan bibit tanaman kelor, nangka, sirsak, sukun, durian. Dan tepat seperti rencana, para petani di sini sangat cocok dengan kegiatan ini. Kami ikut senang karena bapak ibu sekalian juga senang,” kata Agus Wahyudi, Dosen Koordinator Pengabdian Masyarakat Politeknik Energi Pertambangan Bandung saat menyampaikan sambutan acara di lokasi tanah mangkrak bekas galian batu templek Kampung Cisanggarung, Desa Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Sabtu, 14 Desember 2019.

Kegiatan berbagi bibit ini merupakan salahsatu bentuk pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Dosen dan Mahasiswa Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, LPDP Arkha Bumi. Bekerjasama dengan Yayasan Odesa Indonesia yang selama ini mengorganisir para petani di Kawasan Bandung Utara, kegiatan ini menyumbang 500 bibit tanaman kepada para petani. Sebagian telah disampaikan kepada 60 petani yang hadir, selebihnya didistribusikan pada hari lain di beberapa kampung di Desa Cikadut. Menurut Agus, kegiatan ini akan berlangsung selama 1 bulan dengan memberikan pendampingan tentang pertanian ramah lingkungan dan perbaikan gizi keluarga petani.

“Kami juga akan menanam bersama petani di ladang di lain hari pada bulan Desember ini. Harapan kami, Kawasan Bandung Utara ini bisa lebih banyak tanaman keras yang juga menghasilkan panen buah untuk perbaikan gizi. Dan kelor merupakan tanaman sayuran yang sangat diperlukan masyarakat,” kata Agus.

Menurut Enton Supriyatna, Pendamping Kesehatan Yayasan Odesa Indonesia, tanaman kelor disosialisasikan dan terus dibagikan kepada para petani di desa karena dua alasan mendasar, yaitu kebutuhan gizi masyarakat lokal dan usaha merawat lingkungan.

“Kelor mudah ditanam, mudah diolah. Kita semua butuh gizi, apalagi kelor ini sudah kita buktikan bisa untuk membantu menyembuhkan penyakit seperti kanker, darah tinggi, stroke, asma, jantung dan membuat badan lebih bugar. Karena kita semua sudah merasakan manfaatnya, maka bukan mencari daun kelor saat sakit. Makan yang rutin sebelum sakit karena itu harus punya pohon sendiri. Kami bantu berikan bibitnya,” kata Enton.

Selain membagikan bibit, Yayasan Odesa Indonesia juga membagikan brosur tentang manfaat tanaman Kelor, Sorgum dan Hanjeli yang merupakan sumber gizi dan tanaman agroforestry yang selama ini dikembangkan Yayasan Odesa Indonesia. Pada acara tersebut hadir Suyanto dari Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 22 dan Tasban Doloan Babinsa Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung yang terlibat aktif mensosialisakan kegiatan pertanian ramah lingkungan ini.

-##-