Generasi Pelindung Air - Joy of ChildrenJakarta, 6 Agustus – Tingkat pemahaman dan pengetahuan warga ibukota terhadap masalah pencemaran air dan lingkungan terlihat kurang baik dan tidak merata di DKI Jakarta. Berangkat dari masalah itu, tahun ini The Joy of Children melakukan kegiatan spesial yang memberikan edukasi kepada anak-anak tentang isu pencemaran air dan lingkungan di Cakung Children Community (Komunitas Anak Belajar) pada 6 Agustus 2016 pukul 07:00 – 12:00 WIB dan Yayasan Putri Kasih Cilincing (Pondok Rosalie Rendu) pada 7 Agustus 2016 pukul 08:00 – 14:00 WIB.

Berdasarkan hasil perhitungan dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan Indonesia, tingkat pencemaran air di Jakarta menempati posisi terparah dengan nilai index 41,51%. Terdapat tiga sumber air alami di Jakarta, yaitu sungai, air tanah, dan situ. Sesuai dengan laporan Status Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2014 dari BPLHD, ketiga sumber tersebut berada dalam kondisi buruk dan tidak layak untuk dikonsumsi langsung. Penelitian BPLHD menunjukkan sungai kita yang berada dalam keadaan baik hanya ada 1% sedangkan air tanah dan situ dengan kondisi baik itu mustahil ditemukan alias 0%.

Secara kasat mata, penduduk Jakarta pasti sudah terbiasa melihat warna sungai yang keruh hingga berbau dan sampah yang menumpuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya sudah melakukan berbagai cara untuk membenahi sumber-sumber air namun para warga juga harus membangun kebiasaan saling mendukung untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan mengangkat tema “Generasi Pelindung Air”, kami mengajak anak-anak untuk sadar akan isu pencemaran air sehingga mereka terdorong untuk berperilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah dan tidak membuang sampah ke sungai. Anak-anak dari keluarga menengah ke bawah menjadi sasaran kegiatan ini karena akses informasi yang terbatas membuat mereka kurang terpapar dengan isu lingkungan.

Acara ini dilaksanakan kepada 75 anak dari dua tempat yang berbeda. 25 anak dari Cakung Children Community berumur 9-12 tahun dan menduduki kelas 3-6 SD. Rata-rata mereka adalah anak pemulung, supir, buruh cuci, buruh pabrik, buruh bangunan dan pedagang sayur. Sedangkan dari Yayasan Putri Kasih Cilincing terdapat 50 anak yang menduduki kelas 5-6 SD dan rata-rata mereka adalah anak nelayan.

Pada hari ini, Sabtu, 6 Agustus 2016, kegiatan diadakan di tiga spot yang berbeda. WWF Indonesia Panda Mobile memberikan edukasi di gubuk depan sawah dan anak-anak duduk dengan beralaskan terpal. Mereka membawakan story telling selama 20 menit tentang siklus air, kemudian ada pengamatan sampah dan bermain dengan kertas lakmus dengan sampel dari air sawah. Kegiatan berlanjut dengan berjalan ke rumah pengepul untuk workshop bersama komunitas SiDalang (Kreasi Daur Ulang) yang membawakan materi tentang waste management dan anak-anak diajarkan mendaur ulang botol plastik bekas menjadi tempat pensil dan celengan. Kemudian anak-anak kembali ke rumah belajar untuk bermain bersama mahasiswa-mahasiswi asing dari luar Indonesia di bawah naungan AIESEC UI.

Pada hari Minggu, 7 Agustus 2016, WWF Indonesia Panda Mobile memberikan edukasi dengan menonton film tentang bahaya sampah, melakukan water lab dimana sampel air yang diambil langsung dari pinggir laut Cilincing dan membawakan story telling selama 30 menit mengenai dampak pencemaran air terhadap biota laut. Kegiatan berlanjut dengan workshop mendaur ulang kardus bekas menjadi post card bersama komunitas SiDalang (Kreasi Daur Ulang). Kami akan memilih 10 post card terbaik untuk dikirimkan ke Ibu Sofia Blake di Washington DC yang merupakan advisor kegiatan The Joy of Children. Setelah itu, anak-anak mempelajari perilaku gaya hidup bersih dan sehat dilanjutkan dengan 7 langkah mencuci tangan yang bersih dan benar bersama WatSan Action – Yayasan Tirta Lestari.

Dalam rangkaian acara The Joy of Children 2016, kami sangat ketat dalam prinsip gaya hidup ramah lingkungan. Kami menyediakan tumblr gratis dari Tupperware untuk semua anak-anak, relawan dan rekan-rekan yang hadir dimana mereka semua dapat mengambil air minum langsung dari galon air AQUA. Untuk makan siang, kami menggunakan piring dan sendok bukan box makanan berbahan styrofoam atau kardus. Kamipun memberikan tempat sampah organik dan anorganik untuk Cakung Children Community dan Yayasan Putri Kasih Cilincing. Anak-anak juga telah dihimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan selama acara berlangsung, karena jika ada yang ketahuan maka acara akan dihentikan. Peraturan sengaja kami buat ketat karena tujuan kegiatan ini adalah mempromosikan kesadaran akan pencemaran air dan lingkungan kepada anak-anak.

Sesuai dengan tradisi The Joy of Children, panitia telah menyiapkan hadiah yang menarik untuk games dan kuis. Anak-anak juga mendapatkan goodie bag spesial yang berisi kotak makan dari Tupperware, sepaket susu Indomilk, personal hygiene kit (sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi dan shampoo), stiker edukatif dan Handbook The Joy of Children 2016.

Handbook The Joy of Children 2016 adalah buku edukatif berisi materi-materi yang telah dibawakan oleh para edukator dari WWF Indonesia Panda Mobile, SiDalang (Kreasi Daur Ulang) dan WatSan Action – Yayasan Tirta Lestari agar anak-anak bisa mengingat kembali. Tim penulis juga memberikan ilmu-ilmu lain seperti 10 Negara dengan Air Terbersih, Pahlawan Air di Indonesia, Sejarah Pengelolaan Air, Cara Sederhana Menampung Air Hujan dan lainnya. Di bagian terakhir handbook, terdapat beberapa tugas yang harus mereka kerjakan dalam dua bulan ke depan. Tugas ini yang akan menjadi bahan evaluasi kami mengenai pemahaman anak-anak akan isu pencemaran air dan lingkungan.

Kegiatan The Joy of Children 2016 mendapat bantuan dana dari PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), William Soeryadjaya Foundation dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Kemudian kegiatan ini juga mendapatkan bantuan berupa produk seperti kaos yang dikenakan anak-anak dan panitia merupakan produksi dari ERIGO Store, tumblr dan kotak makan disediakan oleh Tupperware dan air minum berupa galon diberikan oleh AQUA.

The Joy of Children 2016 juga bekerjasama dengan media-media nasional yaitu NET TV, Majalah kaWanku, Mother & Baby dan Cosmo Girl.

ABOUT

Lecreatté adalah organisasi nirlaba mulai tahun 2015 yang didirikan oleh Magdalena Fenisia Caroline dengan tujuan memberikan edukasi kepada anak-anak kurang mampu dan jalanan di Jakarta. Kegiatan yang baru dihasilkan berupa special event The Joy of Children. Setiap tahun kegiatan ini akan membawakan tema edukasi yang berbeda, seperti tahun 2015 bertema “Be Confident in English” dan tahun 2016 bertemakan “Generasi Pelindung Air”. Lecreatté berharap agar bisa menjadi organisasi dengan badan usaha yang sah dan bisa merambah daerah lain di Indonesia untuk melaksanakan beragam projek sosial dan kegiatan edukasi.