Perubahan iklim, pemanasan global serta konflik bersenjata terus menjadi penyebab utama krisis pangan dunia.

Hal ini terungkap dari berita PBB, Rabu (13/6). Walau stok pangan dunia diperkirakan naik, kondisi kelaparan terus berlangsung di wilayah Sahel, Afrika dan Timur Tengah.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hal ini disebabkan oleh oleh minimnya curah hujan, cuaca ekstrem, serta krisis pengungsi yang diakibatkan oleh konflik bersenjata.

Laporan FOA yang berjudul “Crop Prospects and Food Situation” mengungkapkan, produksi pangan dan pertanian dunia, diperkirakan akan menembus rekor baru, naik 3,2%, dengan total produksi sebesar 2.419 juta ton tahun ini. Pasokan terbesar berasal dari Amerika Serikat. Prospek positif stok pangan dunia ini diikuti dengan turunnya harga pangan dunia pada bulan Mei.

Walau prospek stok pangan membaik, negara-negara di wilayah Sahel, Afrika terus mengalami krisis pangan. Organisasi kemanusiaan memerkirakan, saat ini terdapat 18 juta penduduk di wilayah Sahel, Afrika yang mengalami krisis pangan.

Penyebabnya tidak lain adalah kekeringan dan cuaca ekstrem sebagai akibat dari pemanasan global yang memicu perubahan iklim. Wilayah Sahel terbentang dari Samudera Atlantik hingga Laut Merah meliputi negara Chad, Mali, Mauritania, hingga Kamerun bagian utara dan Nigeria.

FAO juga mencatat Yaman dan Suriah termasuk negara yang mengalami krisis pangan akibat konflik internal. “Situasi di Yaman dan Suriah adalah contoh hubungan langsung antara keamanan pangan dan perdamaian. Konflik internal bisa memicu krisis pangan,” ujar José Graziano da Silva, Direktur Jenderal FAO dalam siaran persnya. “Di negara lain krisis demi krisis terus terjadi karena kondisi kekurangan pangan dan perebutan sumber daya alam, terutama tanah dan air.”

Laporan “Crop Prospects and Food Situation” ini mencatat, terdapat 35 negara yang memerlukan bantuan pangan, termasuk Afghanistan, Korea Utara, Haiti, Irak dan Mali. Di Afrika secara total terdapat 28 negara yang memerlukan bantuan pangan.

Redaksi Hijauku.com