Menjamin akses atas air dan menggunakannya secara bijaksana bagi pertanian adalah kunci mengatasi kelaparan, kekeringan dan ketidakstabilan politik.

Hal ini terungkap dalam siaran pers PBB yang diterbitkan kemarin (22/3). Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon dalam pesannya memeringati Hari Air Sedunia meminta negara untuk memenuhi kebutuhan air penduduk untuk mencapai masa depan yang berkelanjutan.

“Dalam beberapa dekade mendatang, dunia dituntut untuk menghasilkan pangan dalam jumlah yang lebih banyak seiring dengan pertumbuhan penduduk. Hal ini berarti dunia juga harus memastikan ketersediaan sumber daya yang sangat berharga yaitu air,” ujar Ban Ki-moon.

Tema Hari Air Sedunia kali ini adalah Air dan Keamanan Pangan. Saat ini, hampir satu miliar penduduk masih menderita kelaparan dan sekitar 800 juta penduduk kekurangan pasokan air bersih. Menurut Ban diperlukan keterlibatan penuh dari semua negara untuk memenuhi kebutuhan pangan dan air bagi penduduk dunia ini.

“Harus ada kebijakan yang memastikan terwujudnya hak atas air untuk semua. Investasi di infrastruktur, pembangunan pedesaan dan tata kelola sumber daya air yang lebih baik penting untuk dilakukan.”

Menurut Rudolph Cleveringa, Penasehat Teknis Senior International Fund for Agricultural Development (IFAD) di Roma, Italia, memastikan akses atas air penting bagi penduduk di pedesaan. “Bagi petani kecil di negara berkembang, masalah air dan tanah tidak bisa dipisahkan. Jika dunia ingin mengurangi kemiskinan di pedesaan, harus ada pendekatan yang holistik guna memaksimalkan kontribusi air bagi pembangunan baik itu untuk kesehatan maupun pertanian,” tuturnya.

Menurut IFAD, sekitar 70% sumber daya air dunia digunakan untuk pertanian dan pada 2025 duapertiga populasi dunia terancam kesulitan mendapatkan sumber daya yang sangat berharga ini.

Redaksi Hijauku.com