Negara-negara di wilayah Mediterania bekerja sama dengan Uni Eropa memromosikan konsep “ekonomi biru” guna menciptakan laut yang bersih, produktif dan sehat.

Ekonomi biru adalah kebijakan strategis bagian dari ekonomi hijau yang khusus diterapkan untuk sektor kelautan guna mencegah kerusakan ekosistem dan kelangkaan ekologis.

Dalam siaran pers Program Lingkungan PBB yang diterbitkan Jum’at, 10 Februari 2012, sebanyak 22 negara ingin agar konsep ekonomi biru ini diadopsi dalam konferensi PBB bidang pembangunan berkelanjutan (Rio+20) yang akan diadakan di Brasil pada bulan Juni nanti.

Mereka, dalam pertemuan yang berlangsung minggu lalu, menghasilkan Deklarasi Paris yang bertekad untuk membuka potensi sektor kelautan dunia.

Penelitian Program Lingkungan PBB (UNEP) menunjukkan, sektor kelautan menjadi sumber makanan dan lapangan kerja bagi jutaan penduduk dunia.

Menurut Achim Steiner, Direktur Eksekutif UNEP, sektor kelautan adalah pilar penting pembangunan sosial dan ekonomi. Dengan beralih ke model ekonomi hijau yang lebih berkelanjutan atau “ekonomi biru”, sektor kelautan bisa mengentaskan kemiskinan sekaligus bisa melestarikan ekosistem.

Dalam Deklarasi Paris, semua negara menegaskan komitmen politik mereka untuk menerapkan strategi pembangunan berkelanjutan di sektor kelautan dengan mengelola aktivitas warga di wilayah pesisir melalui pendekatan ekosistem.

Mereka setuju untuk menjadikan setidaknya 10% dari wilayah laut mereka sebagai wilayah suaka kelautan pada 2020.

Semua negara juga bertekad untuk menciptakan regulasi guna memerangi polusi laut dari sumber-sumber di darat seperti polusi merkuri, polusi organik dan sampah.

Mereka akan membentuk Protokol Manajemen Zona Pesisir Terintegrasi (Integrated Coastal Zone Management Protocol) dan meminta semua pihak terkait untuk meratifikasinya.

Semua aksi untuk melindungi ekosistem kelautan tersebut dilaksanakan sesuai dengan konvensi kelautan PBB.

Negara-negara yang menghasilkan Deklarasi Paris ini adalah Albania, Algeria, Bosnia dan Herzegovina, Kroasia, Siprus, Mesir, Uni Eropa, Perancis, Yunani, Israel, Italia, Lebanon, Libya, Malta, Monako, Montenegro, Marokko, Slovenia, Spanyol, Suriah, Tunisia and Turki.

Redaksi Hijauku.com