Para peneliti di Inggris menemukan, mereka yang aktif bersepeda di London dan kota-kota besar lain di Eropa, menyimpan lebih banyak karbon hitam dalam saluran pernafasannya.

Penelitian, yang dipresentasikan dalam Kongres Tahunan Ahli Pernafasan Eropa di Amsterdam hari Minggu lalu (25 September 2011), ERS Congress 2011, ini menyebutkan, pengendara sepeda menghidup lebih banyak karbon hitam bila dibandingkan dengan pejalan kaki, sehingga pesepeda lebih berisiko menderita kerusakan paru-paru.

Gas buang kendaraan bermotor dari pembakaran bahan bakar fosil, memroduksi partikel yang bisa terhirup oleh saluran pernafasan dalam jumlah besar, termasuk diantaranya partikel karbon hitam. Bukti-bukti yang ada menyebutkan, semakin banyak karbon hitam yang terserap dalam saluran pernafasan, semakin besar pula risiko kesehatan yang ditanggung, termasuk risiko terkena serangan jantung dan melemahnya fungsi paru-paru.

Para peneliti yang dipimpin oleh Professor Jonathan Grigg dari Barts dan London School of Medicine, berupaya menemukan hubungan antara cara orang dewasa bepergian ke kantor dengan risiko penyerapan partikel karbon hitam di udara.

Secara khusus, mereka meneliti hipotesis yang menyatakan bahwa mereka yang pergi ke tempat kerja dengan bersepeda berisiko menghirup lebih banyak karbon hitam dibanding mereka yang pergi ke tempat kerja dengan cara lain.

Untuk membuktikan kebenaran teori tersebut, para peneliti membandingkan kadar karbon hitam di paru-paru pengendara sepeda dan pejalan kaki.

Para peneliti mengambil sampel dari sel saluran nafas bernama “airway macrophage” – sel khusus yang terletak di permukaan saluran nafas yang berfungsi menyerap partikel-partikel asing.

Mereka lalu mengambil dahak dari lima orang dewasa yang secara rutin pergi ke kantor dengan bersepeda di London dan lima orang pejalan kaki, lalu menganalisis jumlah karbon hitam yang ditemukan dalam sel khusus tersebut. Semua partisipan dalam penelitian ini adalah pekerja berusia 18-40 tahun yang sehat dan tidak merokok.

Hasil penelitian – dari sampel kecil ini – menunjukkan, para pengendara sepeda memiliki kandungan karbon hitam 2,3 kali lebih banyak dalam paru-paru  mereka dibanding mereka yang berjalan kaki. Kemungkinan kesalahan dari hasil penelitian ini adalah kurang dari 1 berbanding 100.

Dr Chinedu Nwokoro, salah satu ilmuwan dalam penelitian ini yang juga seorang pesepeda aktif menyatakan: “Hasil penelitian ini menguatkan hipotesis bahwa aktifitas bersepeda di kota besar di Eropa meningkatkan risiko penyerapan karbon hitam.

“Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam faktor, termasuk fakta bahwa pesepeda bernafas lebih dalam dan lebih cepat dibanding mereka yang berjalan kaki terutama saat mereka berada dekat dengan asap kendaraan, sehingga jumlah partikel di udara yang masuk dalam paru-paru juga lebih banyak.

“Dari data yang kami peroleh, kami sangat menganjurkan agar pesepeda memilih rute bersepeda secara hati-hati untuk menghindari polusi dan penyerapan karbon hitam yang berlebihan.”

Menurut Dr Chinedu, penelitian yang lebih besar tentang efek aktifitas bersepeda bagi kesehatan saat ini masih terus berlangsung.

Redaksi Hijauku.com