Larangan polusi bahan bakar berkualitas rendah bagi kapal barang dan penumpang di Antartika mulai berlaku Senin kemarin (1 Agustus 2011).

Menurut laporan Badan Kelautan PBB, Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization, IMO), amandemen Konvensi Internasional Pencegahan Polusi dari Angkutan Laut (International Convention for the Prevention of Pollution From Ships, MARPOL) telah merinci dengan spesifik kepekatan minyak mentah yang tidak boleh digunakan di Antartika.

Hal ini berarti, semua kapal (baik kapal penumpang maupun kapal kargo) yang berlayar di wilayah tersebut harus menggunakan atau menukar bahan bakarnya dengan bahan bakar yang berkualitas tinggi. MARPOL memiliki 136 anggota, mewakili 98% kapasitas angkutan laut dunia.

IMO juga menyatakan, penerapan MARPOL secara formal akan membentuk Wilayah Kontrol Emisi di Amerika Utara (Emission Control Area, ECA), yang akan mengawasi secara lebih ketat emisi dari sulfur oksida, nitrogen oksida, dan polusi partikulat yang dihasilkan oleh angkutan laut agar tidak melebihi standar global. ECA akan diterapkan 12 bulan, yaitu pada 1 Agustus 2012, setelah amandemen MARPOL baru diberlakukan.

Ada dua wilayah yang didesain untuk ECA, yaitu di Laut Baltik dan wilayah Laut Utara. Kedua wilayah ini mengawasi secara ketat polusi dari sulfur oksida.

Bulan lalu IMO juga mengamandemen MARPOL guna menerapkan ECA ke wilayah perairan lain yaitu wilayah perairan dekat pantai Puerto Rico dan Virgin Islands. Sementara itu amandemen MARPOL selanjutnya diharapkan berlaku pada 1 Januari 2013 dan ECA baru berlaku 12 bulan setelahnya.

Redaksi Hijauku.com