“Soft Diplomacy” Indonesia di COP27: Dari Perut Turun ke Hati
"Soft diplomacy" Indonesia melalui makanan tradisional menjadi awal yang baik untuk memulai COP ke-27.
"Soft diplomacy" Indonesia melalui makanan tradisional menjadi awal yang baik untuk memulai COP ke-27.
Praktik pungut-memungut masih terjadi terhadap petani penggarap oleh karyawan Perhutani di tingkat tapak.
Dengan mendalami tema Perhutanan Sosial, akan banyak pengalaman berharga yang didapatkan langsung para mahasiswa bersama masyarakat.
Swary Utami Dewi ingin kembali mengingatkan tiga alasan mendasar pentingnya Perhutanan Sosial bagi Indonesia.
Catatan ini adalah pemantik untuk memicu keingintahuan lebih lanjut dalam mempelajari Fisika Kuantum.
Saat petani bersatu untuk hutan dan kehidupan, bak gayung bersambut, berbagai dukungan kemudian mereka dapatkan.