“Soft Diplomacy” Indonesia di COP27: Dari Perut Turun ke Hati
"Soft diplomacy" Indonesia melalui makanan tradisional menjadi awal yang baik untuk memulai COP ke-27.
"Soft diplomacy" Indonesia melalui makanan tradisional menjadi awal yang baik untuk memulai COP ke-27.
Mahasiswa program KKN Universitas Mulawarman melatih masyarakat melakukan budidaya maggot BSF di Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
DKI Jakarta menghadapi waktu kritis dalam 3 tahun ke depan untuk menyelesaikan target pengurangan dan pengelolaan sampah.
Menurut Pusat Penelitian Biologi LIPI, akar gayam yang sangat padat dan tunggang yang dalam membuatnya memiliki fungsi sebagai biopori yang membantu menyerap air hujan dan melindungi sumber mata air.
Sebagai Ketua Yayasan Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI), Bu Tini memiliki sederet peran sebagai pemerhati, pegiat dan praktisi pengelolaan sampah, fasilitator, koordinator, kontributor dan kolaborator dalam pengelolaan sampah di Indonesia
Di tangan dingin Ibu Helda Fachri, dalam kurun waktu 4 tahun telah diinisiasi pendirian 55 Bank Sampah (BS) di Kota Tangerang Selatan dan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.