Pernyataan ini disampaikannya dalam Konferensi Ambisi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merupakan bagian dari Sidang Umum PBB. Pada pidatonya di konferensi iklim Sekretariat Jenderal PBB, Dr. Sultan menekankan bahwa “Perubahan iklim adalah musuh kita bersama, sehingga kita harus bersatu untuk menghadapinya.”
New York, 20 September 2023 – Presiden-Terpilih COP28, Dr. Sultan Al Jaber, menyampaikan pidatonya pada Konferensi Ambisi Iklim PBB di New York saat beliau mengingatkan kembali pada dunia bahwa “kita bukan tidak berdaya” dalam mengatasi krisis iklim dan mengajak seluruh lapisan masyarakat dunia untuk “berperan menurunkan gigaton emisi.”
Dalam pidatonya, Presiden-Terpilih COP28 tersebut mengajak seluruh dunia untuk lebih “berani” dan “tegas” serta “kembali pada jalur yang tepat” untuk bisa memenuhi ambisi iklim, menegaskan kembali prinsip-pinsip PBB, serta untuk dapat berpikir “melampaui batas negara, melampaui kepentingan politik, dan melampaui masa hidup kita sendiri.” Ia menekankan bahwa “perubahan iklim merupakan musuh kita bersama, dan kita harus bersatu untuk mengatasinya.”
Konferensi tersebut yang merupakan tonggak sejarah diskusi iklim selama Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dihadiri oleh para pemimpin dunia, sektor swasta, dan masyarakat sipil.
Dr. Al Jaber telah merujuk pada data tebaru dalam Global Stocktake pertama yang mengkonfirmasi bahwa “dunia sedang berada dalam ambang kehancuran, dan kita tidak memiliki banyak waktu lagi” namun tetap memiliki keyakinan bahwa belum terlambat untuk mulai melakukan perubahan. Dr. Sultan Al Jaber bahkan menantang dunia untuk menanggapi Global Stocktake dengan ambisi yang tinggi, dengan menyatakan bahwa “Kita tahu besarnya permasalahan yang ada. Jumlahnya jelas: 22 gigaton. Ini adalah jumlah emisi gas rumah kaca yang perlu kita kurangi dalam tujuh tahun ke depan agar angka 1.5 tetap berada dalam batas aman.”
Dr. Al Jaber turut menyampaikan terkait pentingnya seluruh individu sebagai komunitas secara intenasional untuk “mengingat bahwa kita bukan tidak berdaya. Kita telah mencatat dalam sejarah bahwa ketika kita bergerak didasari rasa optimis, kepentingan, dan solidaritas, kita dapat menghadapi permasalahan paling sulit sekalipun.”
Ia terus membagikan keyakinannya bahwa “dalam kondisi krisis iklim seperti saat ini, kita mampu – dan kita akan – menemukan kembali kekuatan terbesar umat manusia: kapasitas kita untuk berkolaborasi, untuk menyatukan perbedaan, dan mengambil manfaat dari aksi kolektif bersama.”
Pidato Dr. Al Jaber pada Konferensi Ambisi Iklim PBB terjadi hanya 71 hari sebelum COP28, sebuah konferensi iklim tingkat global di UEA. Dr. Al Jaber menekankan, “Kami berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kesepakatan iklim yang ambisius bagi 198 pihak yang terlibat. Namun, perubahan iklim tidak dapat diselesaikan hanya melalui kesepakatan. Hal ini hanya dapat diatasi melalui Tindakan. Hal itulah yang ingin kami capai melalui Agenda Aksi COP28.”
Al Jaber kemudian merinci ‘Agenda Aksi’ Kepresidenan COP28 untuk mengembalikan dunia “ke jalur yang benar” guna memenuhi ambisi yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris tahun 2015 lalu. Ia mengajak mereka yang hadir dan mendengarkan di seluruh dunia untuk membuat komitmen yang dapat ditindaklanjuti pada pilar-pilar utamanya: mempercepat transisi energi yang adil dan terarah, memperbaiki pendanaan iklim, berfokus pada kehidupan dan penghidupan, dan memastikan seluruh proses berlangasung dengan inklusivitas penuh.
Mempercepat Transisi Energi
Berbicara mengenai rencana Kepresidenan COP28 untuk mempercepat transisi energi yang adil, teratur, dan terkelola dengan baik, Dr. Al Jaber mengatakan kepada hadirin bahwa “pengurangan penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap sangatlah penting. Faktanya, hal ini tidak bisa dihindari. Dan hal ini harus berjalan seiring dengan peningkatan bertahap menuju alternatif nol karbon.”
Dr. Al Jaber meminta para Pihak untuk menjalankan tanggung jawabnya menuju “ekspansi besar-besaran energi terbarukan” dan melipatgandakan kapasitas global menjadi 11TW pada tahun 2030. Ia juga menekankan kekuatan peningkatan efisiensi energi sebagai “cara paling sederhana, termurah dan tercepat untuk mengurangi emisi.”
Dia kemudian menyerukan agar semua pihak “jujur mengenai apa yang diperlukan untuk melakukan transisi pada sektor-sektor penghasil emisi besar” yang tidak dapat dijalankan hanya dengan energi terbarukan, sembari menekankan pentingnya mengembangkan seluruh rantai nilai hidrogen.
Al Jaber juga menekankan perlunya “dekarbonisasi energi yang kita gunakan saat ini secara cepat dan komprehensif,” sebelum mengulangi seruannya kepada industri minyak dan gas untuk menghilangkan emisi metana pada tahun 2030 dan menyelaraskannya dengan target net zero pada atau sebelum tahun 2050.
Memperbaiki Pendanaan Perubahan Iklim
Menyikapi rencana COP28 untuk memperbaiki pendanaan iklim, Dr. Al Jaber berbicara tentang perlunya memulihkan kepercayaan antar Pihak dan negara-negara yang berkontribusi untuk memenuhi janji $100 miliar tahun ini. Dia kemudian menekankan perlunya melangkah “lebih jauh lagi” dan menyatakan bahwa “jika kita ingin mendapatkan triliunan dolar, kita perlu mengeluarkan seluruh potensi modal swasta.”
Dr. Al Jaber menyerukan reformasi pada “lembaga keuangan internasional yang sudah ketinggalan zaman”, dan “inovasi cerdas di seluruh sistem keuangan serta pasar karbon yang berfungsi lebih baik.” Singkatnya, Dr. Al Jaber mencatat bahwa tujuannya adalah “menciptakan ekosistem di mana pendanaan lebih tersedia, lebih mudah diakses dan lebih terjangkau, sehingga uang mengalir ke mana pun mereka membutuhkannya – kepada orang-orang yang paling membutuhkan.”
Berfokus pada Manusia, Kehidupan dan Mata Pencaharian
Dr. Al Jaber berbicara tentang kebutuhan mendesak untuk menempatkan “manusia, kehidupan, dan mata pencaharian” sebagai pusat diskusi iklim. Ia mencatat bahwa “orangorang di mana pun menginginkan hal yang sama: air bersih, udara bersih, peluang ekonomi, serta keamanan dalam badai.” Ia kemudian menyerukan negara-negara untuk “menanamkan investasi positif terhadap alam dalam strategi iklim nasional mereka” dan “pendekatan yang lebih cerdas terhadap cara kita menanam dan mengonsumsi makanan.” Ia juga mencatat bahwa COP28 akan menjadi COP pertama yang memasukkan kesehatan global ke dalam agenda COP.
Dia mengakui bahwa “kunci dari semua tindakan ini adalah pendanaan.” Oleh karena itu, beliau menyerukan kepada negara-negara untuk “menggandakan pendanaan adaptasi pada tahun 2025, mengisi kembali Dana Iklim Hijau (Green Climate Fund), dan mengoperasionalkan dana untuk Kerugian dan Kerusakan sesuai dengan janji awal.”
Inklusivitas Penuh
Membahas prioritas COP28 untuk mendukung seluruh aksi iklim dengan penuh inklusivitas, Dr. Al Jaber meminta semua pihak untuk “mengesampingkan perbedaan kita dan mulai bekerjasama demi mencapai kemajuan.” Ia meminta agar “setiap orang yang datang ke COP28 berorientasi solusi dan hasil”, khususnya para pemangku kepentingan utama, seperti negosiator, sektor swasta, dan para pemimpin dunia.
Ia menekankan bahwa ini akan menjadi COP yang paling inklusif, dengan rencana untuk memfasilitasi partisipasi semua kelompok, termasuk pemimpin daerah, pemuda, dunia usaha, filantropis, Masyarakat Adat, dan lainnya. Al Jaber menutup pidatonya dengan menyerukan kepada para pemimpin untuk “mengubah perjanjian menjadi tindakan dan ambisi menjadi aksi”. Dia melanjutkan, “Tindakan membangun harapan dan harapan membangun tindakan. Mari kita ciptakan siklus umpan balik positif. Marilah kita menjadi berani. Marilah kita melakukan apa yang benar dan melakukan apa yang perlu dilakukan. Mari aktifkan respons global terhadap Global Stocktake, dan kembali ke jalur yang benar.”
–##–
Catatan untuk Editor COP28 Uni Emirat Arab
COP28 UEA akan berlangsung di Expo City pada tanggal 30 November – 12 Desember 2023. Konferensi ini diperkirakan akan mengumpulkan lebih dari 70.000 peserta, termasuk kepala negara, pejabat pemerintah, pemimpin industri internasional, perwakilan sektor swasta, akademisi, pakar, pemuda, dan aktor non-pemerintah.
Sebagaimana diamanatkan oleh Persetujuan Paris, COP28 UEA akan memberikan Global Stocktake pertama – evaluasi komprehensif kemajuan terhadap tujuan iklim.
UEA akan memimpin proses bagi semua pihak untuk menyepakati roadmap yang jelas untuk mempercepat kemajuan melalui transisi energi global pragmatis dan pendekatan “melibatkan semua dan tidak meninggalkan siapapun” dalam aksi iklim inklusif.
Tujuan Global terkait Adaptasi adalah Tujuan yang Ditetapkan dalam Perjanjian Paris untuk meningkatkan kapasitas adaptif, memperkuat ketahanan dan mengurangi kerentanan terhadap perubahan iklim.
Leave A Comment