Oleh: Darman, Arista Setyaningrum, Elfiana, Agung Wicaksono, Ansar *
Pulau Kamponaone merupakan salah satu pulau dari 101 pulau tak berpenghuni yang terletak di kawasan konservasi Taman Nasional Wakatobi. Pulau ini terletak di bagian selatan Pulau Wangi-Wangi dengan luas ±1300 ha.
Pulau Kamponaone didominasi oleh hutan pantai dan hutan dataran rendah yang merupakan habitat alami bagi burung-burung khas Wakatobi. Salah satunya adalah Burung Kacamata Wangiwangi atau dalam bahasa lokal disebut Burung Sui.
Burung Sui memiliki suara kicauan yang merdu dengan ciri khas warna bulu hijau kekuningan dan pola lingkaran berwarna putih di sekitar mata, yang membuatnya tampak seperti sedang memakai kacamata.
Burung berukuran kecil ini memiliki panjang tubuh hanya sekitar 8–15 cm. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 100 jenis burung kacamata di dunia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan riset memungkinkan adanya penemuan jenis baru.
Pada tahun 2019, O’Connell dkk. mempublikasikan hasil penelitian tentang Burung Kacamata di daerah Sulawesi Tenggara dan menemukan bahwa Burung Kacamata atau Burung Sui di Wangi-wangi berbeda dengan Burung Kacamata lainnya. Burung ini dinyatakan sebagai penemuan jenis baru. Penelitian diperkuat dengan publikasi oleh Irham dkk. (2022) yang mendeskripsikan Burung Sui sebagai Burung Kacamata Wangi-wangi, Wangi-wangi white-eye, dengan nama ilmiah Zosterops paruhbesar. Hasil penelitian tersebut mendorong pihak BTNW untuk lebih rinci mempelajari sebaran populasi dan habitat jenis burung ini.
Sejak dahulu, Burung Sui (Zosterops paruhbesar) telah dikenal oleh masyarakat Wakatobi. Namun, keberadaannya belum disadari bahwa burung tersebut merupakan khas (endemik) Wakatobi yang dapat di jumpai di Pulau Kamponaone.
Kerap kali burung ini menjadi sasaran anak-anak untuk bermain dengan cara ditangkap dengan ketapel dan dilempar batu, sehingga keberadaannya di alam mulai terancam. Hal ini juga diperparah dengan adanya pedagang atau permintaan pasar dari luar Wakatobi.
Untuk menjaga kelestariannya diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang nilai penting dari jenis burung sui ini, serta diperlukan upaya-upaya pengurangan tekanan dan gangguan.
Adapun upaya-upaya konservasi yang telah dilakukan Balai Taman Nasional Wakatobi untuk melestarikan burung sui diantaranya : pemetaan sebaran, penilaian kualitas lingkungan, kerjasama dengan Taman Safari Indonesia, serta identifikasi potensi penangkaran untuk konservasi eksitu dan insitu.
Keberadaan burung sui di Pulau Kamponaone dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, khususnya pengamat burung dan peneliti. Perilaku burung ini yang terbang secara berombongan dengan burung lainnya sambil mengeluarkan kicauannya yang khas pada setiap pagi dan sore hari, dapat dikembangkan menjadi wisata minat khusus selain wisata bawah laut. Keindahan bawah laut dan keanekaragaman hayati menjadi bukti bahwa Wakatobi merupakan daerah kepulauan yang kaya dan menjanjikan pengalaman wisata yang beragam.
–##–
* Artikel ini ditulis bersama oleh:
- Darman (Kepala Balai TN Wakatobi)
- Arista Setyaningrum (PEH BTNW)
- Elfiana (POLHUT BTNW)
- Agung Wicaksono (PEH BTNW),
- Ansar (Fasilitator YKAN)
[…] post Kamponaone: Surga Burung Sui di Taman Nasional Wakatobi appeared first on Situs Hijau […]