Perubahan iklim memicu krisis air. Prosesnya dimulai dengan peningkatan evaporasi atau penguapan air akibat kenaikan suhu bumi, baik di pegunungan maupun di lahan basah (wetlands). Sementara kenaikan air laut memicu rob, banjir dan intrusi air asin sehingga air di daratan tak bisa dikonsumsi.
Hal ini terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Citra satelit Landsat dan Digital Globe menunjukkan, salju abadi di Puncak Soekarno di Pegunungan Jayawijaya, Papua, terus menyusut. Es dan salju abadi di pegunungan adalah cadangan air bagi jutaan masyarakat di sekitarnya.
Tahun ini, tantangan aksi perubahan iklim semakin berat akibat faktor politik. Kesenjangan pengetahuan dan informasi juga masih lebar. Peluang aksi bagi mereka yang peduli.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment