Dunia menghadapi krisis energi global dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina. Namun kondisi ini tidak menutup peluang bagi pemerintah dan masyarakat dunia untuk mengurangi permintaan minyak secara signifikan dalam hitungan bulan.

Pengurangan permintaan minyak ini diperlukan untuk mengurangi risiko krisis pasokan minyak yang besar, mencegah kemunduran ekonomi, mengurangi ketergantungan minyak dari Rusia dan menggerakkan permintaan minyak secara lebih berkelanjutan.

IEA (International Energy Agency) atau Badan Energi Internasional memaparkan caranya. Jika sepenuhnya diterapkan di negara maju, 10 langkah dari IEA ini bisa memotong penggunaan minyak dan menurunkan permintaan minyak sebesar 2,7 juta barel per hari dalam waktu empat bulan – setara dengan permintaan minyak seluruh mobil di China.

Hal ini seiring berkurangnya sejumlah besar pasokan minyak Rusia di pasar dan menjelang permintaan minyak puncak pada bulan Juli dan Agustus yang semakin mendekat. 10 langkah ini akan berefek lebih besar jika diterapkan di negara-negara berkembang juga.

10 langkah ini akan memerlukan perubahan perilaku konsumen, didukung oleh langkah-langkah pemerintah. Bagaimana 10 langkah IEA ini diterapkan tergantung pada keadaan masing-masing negara – termasuk kondisi pasar energi, infrastruktur transportasi, dinamika sosial dan politik, dan aspek lainnya.

Menurut IEA, mengurangi permintaan minyak tidak hanya bergantung pada pemerintah nasional. Beberapa langkah dapat diterapkan secara langsung oleh pemerintah negara bagian, pemerintah regional atau pemerintah lokal – atau secara sukarela diikuti oleh warga dan perusahaan – yang memungkinkan mereka menghemat uang sambil menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Ukraina.

Namun IEA menggarisbawahi pengurangan penggunaan minyak tidak boleh hanya menjadi tindakan sementara. Pengurangan minyak harus berjalan secara berkelanjutan untuk meningkatkan – tidak hanya keamanan energi negara – tapi juga untuk membantu mengatasi krisis perubahan iklim dan mengurangi polusi udara.

Pemerintah memiliki semua alat untuk menurunkan permintaan minyak di tahun-tahun mendatang. Berikut adalah 10 langkah untuk mengurangi permintaan minyak secara signifikan hingga mencapai 2,7 juta barel/hari.

  1. Mengurangi kecepatan maksimal di jalan raya setidaknya 10 km/jam. Dampaknya: Penghematan penggunaan minyak sekitar 290 ribu barel/hari dari mobil, dan 140 ribu barel/hari dari truk
  2. Bekerja dari rumah hingga tiga hari seminggu, jika memungkinkan. Dampak: Bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu bisa menghemat sekitar 170 ribu barel/hari; sementara tiga hari dalam seminggu mampu menghemat sekitar 500 ribu barel/hari.
  3. Minggu bebas mobil di perkotaan. Dampak: Car free Sunday atau hari bebas kendaraan setiap hari Minggu di perkotaan bisa menghemat sekitar 380 ribu barel/hari; sementara satu Minggu dalam sebulan bisa menghemat permintaan minyak hingga 95 ribu barel/hari.
  4. Menurunkan ongkos transportasi umum dan mendorong mobilitas mikro, dengan berjalan kaki, dan bersepeda. Dampak: Menghemat permintaan minyak sekitar 330 ribu barel/hari.
  5. Membatasi akses mobil pribadi di jalan di kota-kota besar. Dampak: Menghemat permintaan minyak sekitar 210 ribu barel/hari.
  6. Mendorong praktik berbagi mobil (car sharing) dan menghemat penggunaan bahan bakar. Dampak: Menghemat permintaan minyak sekitar 470 ribu barel/hari.
  7. Mempromosikan cara mengemudi yang efisien untuk truk barang dan pengiriman barang. Dampak: Menghemat permintaan minyak sekitar 320 ribu barel/hari.
  8. Memilih naik kereta berkecepatan tinggi atau kereta malam dibanding pesawat jika memungkinkan. Dampak: Menghemat permintaan minyak sekitar 40 ribu barel/hari.
  9. Menghindari perjalanan bisnis melalui udara jika memungkinkan dan ada pilihan alternatif. Dampak: Menghemat permintaan minyak sekitar 260 ribu barel/hari.
  10. Mempercepat adopsi kendaraan listrik dan kendaraan lain yang lebih efisien. Dampak: Menghemat permintaan minyak sekitar 100 ribu barel/hari.

Redaksi Hijauku.com