Coal hopper with barge - Rob Loftis - Wikimedia CommonsPermintaan batu bara dunia akan turun dalam 5 tahun ke depan. Namun paradoks terjadi di Asia. Informasi ini terungkap dari laporan terbaru International Energy Agency (IEA) berjudul “Medium-Term Coal Market Report” yang dirilis hari ini, Selasa, 13 Desember 2016.

Bauran batu bara dalam produksi energi dunia akan turun menjadi 36% pada 2021 dari 41% pada 2014. Tren ini dipicu oleh turunnya permintaan dari China dan Amerika Serikat seiring dengan pertumbuhan energi terbarukan dan kebijakan efisiensi energi.

Tahun 2015 adalah tahun dimana permintaan atas batu bara anjlok untuk pertama kalinya dalam abad ini. IEA meramalkan, permintaan batu bara tidak akan mencapai level pada 2014 hingga tahun 2021. Semua itu tergantung pada permintaan batu bara dari China yang menyumbang 50% permintaan dunia dan hampir separuh produksi batu bara global.

Laporan ini juga mencatat paradoks dan perubahan penting dari sisi geografis. Pasar batu bara yang pada tahun 2000-an berpusat di Eropa dan Amerika Utara, pada 2015 beralih ke Asia. Asia saat ini menyumbang 75% permintaan batu bara dunia. Pada saat yang sama, konsumsi batu bara di Eropa turun tajam menjadi di bawah 25% dari konsumsi energi total.

Walaupun turun, dunia, menurut IEA, masih sangat bergantung pada energi kotor batu bara. Batu bara adalah energi yang banyak dipakai untuk memroduksi komoditas baja dan semen, seperti di Indonesia. Energi batu bara menyumbang 30% energi primer dunia. Sumbangan ini akan turun menjadi 27% pada 2021. Pembangkit listrik tenaga uap batu bara menghasilkan 45% emisi karbon yang terkait energi dan menjadi sumber polusi utama dunia.

Laporan ini juga menggarisbawahi, belum ada aksi nyata untuk memromosikan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon walau Perjanjian Paris sudah diratifikasi. Hal ini berarti, dampak negatif energi batu bara terhadap lingkungan dan kesehatan, akan terus menghantui masyarakat, terutama masyarakat di negara miskin dan berkembang seperti Indonesia.

Redaksi Hijauku.com