Developed and developing countries - WikipediaRusia menjadi negara terbaru yang menyerahkan rencana aksi perubahan iklim ke UNFCCC. Dengan masuknya rencana aksi perubahan iklim Rusia, sebanyak 32 negara yang memroduksi 80% emisi negara maju telah menyerahkan kontribusi mereka menuju terwujudnya kesepakatan perubahan iklim global yang mengikat secara hukum di Paris akhir tahun ini. Hal ini terungkap dalam berita UNFCCC yang dirilis awal bulan ini.

Semua negara telah sepakat untuk menyerahkan rencana kontribusi perubahan iklim mereka sebelum pelaksanaan COP 21 atau Konferensi Perubahan Iklim di Paris, Desember tahun ini. Hal tersebut guna memastikan bahwa kontribusi mereka sesuai dengan ambisi yang telah mereka nyatakan sebelumnya. Kesepakatan perubahan iklim ini – jika berhasil diwujudkan – akan mulai diterapkan pada tahun 2020.

Sebanyak 35 negara telah menyerahkan rencana aksi perubahan iklim. Negara-negara
tersebut termasuk semua negara anggota Uni Eropa dan Komisi Eropa, Meksiko, Norwegia, Federasi Rusia, Gabon dan Amerika Serikat.

Meksiko menjadi negara berkembang pertama yang menyerahkan rencana perubahan iklim dan Gabon menjadi negara Afrika pertama yang melakukannya. Rencana aksi perubahan iklim diperlukan guna mencegah kenaikan suhu bumi di atas 2 derajat Celcius dan membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim pada masa kini dan masa mendatang.

UNFCCC akan menyiapkan rangkuman dari semua rencana perubahan iklim pada 1 November 2015. Ada tiga aksi utama yang harus disepakati di Paris guna mencegah kenaikan suhu bumi di atas 2 derajat Celcius.

Pertama adalah terciptanya kesepakatan mengenai batas maksimal emisi gas rumah kaca selama sepuluh tahun mendatang. Kedua, pemangkasan besar-besaran emisi akibat kegiatan ekonomi dunia. Dan ketiga terwujudnya bumi netral emisi selambat-lambatnnya pada paruh kedua abad ini.

Redaksi Hijauku.com