Monorail Moskau - Einfahrt in Station Telezentrum - LutexPemerintah dan bisnis bisa terus bekerja sama membangun ekonomi dan mengurangi emisi karbon. Pesan utama ini disampaikan dalam laporan terbaru yang diluncurkan Selasa (16/9). Caranya adalah dengan berinvestasi pada teknologi dan infrastruktur yang menunjang pertumbuhan ekonomi dan mengatasi masalah perubahan iklim.

“Laporan berjudul “Better Growth, Better Climate: New Climate Economy” ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa kita bisa tetap menumbuhkan ekonomi pada saat yang sama mengatasi perubahan iklim,” ujar mantan Presiden Meksiko, Felipe Calderón, yang saat ini memimpin Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim. Komisi ini beranggotakan 24 pemimpin dunia dari pemerintahan, bisnis, keuangan dan ekonomi di 19 negara.

Laporan ini ditulis berdasarkan penelitian yang dilakukan selama satu tahun oleh sejumlah lembaga penelitian ternama dari Brasil, China, Ethiopia, India, Korea Selatan, Inggris dan Amerika Serikat, dengan masukan dari panel yang berisi ekonom-ekonom terkemuka yang dipimpin oleh Lord Nicholas Stern. Laporan ini akan disampaikan di hadapan para pemimpin dunia UN Climate Summit yang akan diselenggarakan di New York seminggu lagi.

Laporan ini menemukan bahwa dalam 15 tahun ke depan, sekitar $90 triliun dana akan diinvestasikan dalam berbagai infrastruktur di bidang pertanian, sistem energi dan di kota-kota dunia. Kondisi ini membuka peluang bagi dunia untuk memilih investasi yang menunjang pertumbuhan rendah karbon, yang membawa beragam manfaat seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan kesehatan, produktivitas bisnis dan kualitas hidup masyarakat.

“Keputusan-keputusan ini akan menentukan masa depan ekonomi dan iklim kita,” ujar Lord Nicholas Stern, wakil ketua Komisi Global sebagaimana disampaikan dalam berita Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP). “Jika kita memilih investasi yang rendah karbon kita akan bisa memicu pertumbuhan ekonomi yang pesat dan berkualitas – tidak hanya sekarang namun juga pada masa datang. Namun jika kita terus memilih jalur yang penuh polusi karbon, perubahan iklim akan membawa dampak yang mengerikan terhadap kemakmuran jangka panjang.”

Ada sejumlah inisiatif yang bisa dilakukan oleh negara untuk menjamin pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon. Di perkotaan, membangun kota yang saling terhubung dengan memerbaiki fasilitas transportasi publik massal akan mampu menghemat biaya investasi sebesar $3 triliun dalam 15 tahun ke depan. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi langkah ini juga akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menciptakan kota yang rendah polusi.

Dalam hal penggunaan lahan: upaya memulihkan (hanya) 12% dari lahan yang terdegradasi di dunia akan memungkinkan dunia memasok pangan ke lebih dari 200 juta penduduk dan meningkatkan pendapatan petani sebesar $40 miliar per tahun – sekaligus memangkas emisi dari deforestasi.

Di bidang energi, harga energi surya dan angin saat ini terus turun memungkinkan lebih dari separuh pasokan listrik dunia akan berasal dari energi terbarukan dalam 15 tahun ke depan, mengurangi ketergantungan akan batu bara yang kotor dan memicu polusi.

Penghematan angaran dengan pemangkasan $600 miliar dana subsidi bahan bakar fosil (bandingkan dengan subsidi energi terbarukan yang hanya $100 miliar) akan meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi kemiskinan – jika dialokasikan tepat sasaran. Sementara investasi baru di infrastruktur melalui instrumen keuangan baru akan memangkas biaya modal untuk energi bersih hingga 20%.

Semua hal di atas juga harus ditunjang oleh peningkatan dana riset dan pengembangan setidaknya 0,1% dari Produk Domestik Bruto dunia (naik tiga kali lipat) guna menjamin terus munculnya inovasi-inovasi baru yang memicu pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon. Diperlukan kebijakan pemerintah yang konsisten dan pasar yang kompetitf guna menjamin terwujudnya tujuan tersebut. Laporan bisa dibaca dalam tautan berikut ini: New Economy Report.

Redaksi Hijauku.com