Bumi dan Langit: Krisis Pendanaan untuk Perlindungan Alam

2026-01-27T05:46:45+07:0022 January 2026|Laporan Utama, Lingkungan, Satwa, Tumbuhan|

Sejak tahun 1970, 73% populasi satwa liar di alam telah hilang. Sementara separuh dari ekonomi dunia, cukup atau sangat bergantung pada layanan atau sumber daya alam. Namun, kondisi tersebut ternyata masih belum membangkitkan kesadaran untuk meningkatkan investasi melindungi alam atau lingkungan.

KLHS Jalan Lurus: Membedah Carut-Marut Regulasi KLHS RPJMD

2026-01-27T05:40:23+07:0022 January 2026|Laporan Utama, Lingkungan, Opini|

Diam-diam sejak 2018, Indonesia mengalami pelemahan tata kelola lingkungan dengan terbitnya Permendagri 7/2018. Sejak saat itu dikhawatirkan telah terbit 1.530 dokumen KLHS "bodong" di Indonesia. Apa dampaknya bagi tata kelola lingkungan di Tanah Air. Akankah dokumen-dokumen ini akan meningkatkan risiko bencana?

Dunia Memasuki Era ‘Kebangkrutan Air Global’

2026-01-21T18:24:29+07:0021 January 2026|Laporan Utama, Lingkungan|

Kondisi kebangkrutan air atau “water bankruptcy” berbeda dengan kondisi kekurangan air atau “water stress” dan krisis air atau “water crisis" yang selama ini telah sering kita dengar. Apa saja perbedaannya? Seberapa parah dampaknya bagi masyarakat?

Regulasi ‘Microplastic’ Uni Eropa Diberlakukan Hari ini

2025-12-20T16:20:24+07:0016 December 2025|Laporan Utama, Lingkungan, Satwa, Tumbuhan|

Polusi plastik mikro ada di mana-mana, sulit untuk dihilangkan dan melampaui lintas batas administrasi negara. Polusi ini merusak lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahaya ini bisa lebih besar akibat penggunaan zat aditif kimia berbahaya dan zat lain selama proses produksi dan konversi plastik.

Pemanasan Global di Balik Hujan Ekstrem di Indonesia, Malaysia dan Srilanka

2025-12-21T07:37:59+07:0011 December 2025|Iklim, Laporan Utama, Lingkungan|

Peningkatan suhu bumi menjadi penyebab hujan ekstrem yang terjadi di Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Kondisi ini mengikuti prinsip Clausius-Clapeyron. Berikut adalah hasil penelitian ilmiahnya.

Pengasaman Laut di Perairan Paparan Sunda Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global

2025-12-22T04:23:49+07:009 December 2025|Laporan Utama, Lingkungan, Satwa, Siaran Pers, Tumbuhan|

Kondisi air laut yang lebih ‘asam’ akan melarutkan kalsium karbonat, sehingga organisme seperti terumbu karang, kerang, siput, dan plankton yang membutuhkan cangkang kapur sulit tumbuh optimal.

Go to Top