Perubahan iklim dan polusi udara memiliki sumber pencemaran yang sama, namun sering dinilai sebagai masalah yang terpisah. Laporan terbaru Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Environmental Programme) berjudul “Hidden assets: The economic and health case for climate and clean air action” menjabarkan 25 rekomendasi solusi yang terbukti efektif mengurangi polusi udara dan polusi iklim.

Dari 25 solusi di sektor energi, industri, transportasi, pertanian, alat pemanas dan memasak rumah tangga, dan limbah, laporan UNEP menemukan, solusi yang terintegrasi akan memberikan lebih banyak manfaat dibanding jika solusi tersebut diterapkan sendiri-sendiri.

Menurut UNEP, setiap satu dolar yang diinvestasikan dalam solusi terintegrasi ini memberikan manfaat sekitar 15 dolar atau 15 kali lipat lebih banyak, dengan tingkat pengembalian internal sebesar 60 persen dan pengembalian pasar yang melebihi biaya dalam sepuluh tahun.

Solusi-solusi tersebut juga akan menghindari 144 juta jumlah kematian dini dan ratusan juta kasus penyakit kronis pada tahun 2050. Dari sisi iklim ke-25 solusi tersebut juga akan dapat menghindari kenaikan suhu sekitar 0,34 °C (0,1–0,6) pada tahun 2050 dan sekitar 1,4 °C (0,9–2,1) pada tahun 2100.

Karena suhu di daratan naik lebih cepat daripada rata-rata global, manfaat dari 25 solusi tersebut lebih besar di tingkat regional daripada yang disarankan oleh angka global, dengan pemanasan yang dihindari sekitar 0,1 °C pada tahun 2035, 0,5 °C pada tahun 2050, dan 1,5–2 °C pada tahun 2100 di sebagian besar wilayah.

Berikut adalah ke 25 solusi yang dibagi menjadi dua grup besar yaitu: (i) 4 Solusi iklim jangka panjang dan (ii) 21 solusi udara bersih dan iklim jangka pendek:

SOLUSI DARI SISTEM ENERGI DAN BAHAN BAKAR FOSIL

  1. Transformasi energi untuk pembangkit listrik: Transformasi energi untuk pembangkit listrik melalui transisi ke energi angin, surya, dan hidro untuk pembangkit listrik
  2. Kontrol pasca-pembakaran – pembangkit listrik dan industry: Penerapan teknologi pembersihan gas buang dengan efisiensi tinggi untuk mengurangi polutan udara
  3. Emisi hulu sektor minyak dan gas: Pemulihan gas terkait untuk menghilangkan ventilasi dan flaring rutin serta mengurangi kebocoran tak terduga
  4. Emisi hilir sektor minyak dan gas: Mengurangi kebocoran pada pipa transmisi gas jarak jauh dan kebocoran di konsumen, serta di kilang
  5. Pertambangan batu bara: Oksidasi udara ventilasi CH4 (metana) dan pemulihan gas tambang batu bara yang diperluas sebelum penambangan

SOLUSI DARI SEKTOR INDUSTRI

  1. Meningkatkan standar efisiensi energi untuk industri: Melalui penerapan standar efisiensi energi yang lebih ambisius dan elektrifikasi yang diperluas
  2. Meningkatkan standar emisi proses industri: Melalui peningkatan teknologi proses, termasuk produksi asam adipik
  3. Menciptakan pabrik bata yang lebih efisien: Melalui efisiensi dan standar emisi yang lebih baik

 

  1. Pengaturan penggunaan solvent atau pelarut: Menciptakan produk yang rendah pelarut, deteksi kebocoran, dll.

SOLUSI ALAT MEMASAK DAN PEMANAS RUMAH TANGGA

  1. Transformasi energi untuk rumah tangga: Melalui peningkatan efisiensi energi bangunan, pencahayaan, dan peralatan rumah tangga
  2. Beralih ke alat memasak dan pemanas yang lebih bersih: Dengan mengganti alat memasak tradisional dan alat pemanasan berbahan bakar padat

SOLUSI SEKTOR TRANSPORTASI

  1. Standar emisi kendaraan: Menerapkan nilai batas emisi dan standar efisiensi yang lebih ketat
  2. Inspeksi dan pemeliharaan kendaraan: Deteksi dini dan eliminasi/perbaikan kendaraan beremisi tinggi
  3. Kendaraan listrik: Transisi ke penggunaan kendaraan listrik
  4. Standar emisi untuk mesin non-kendaraan: Menerapkan nilai batas emisi dan standar efisiensi yang lebih ketat
  5. Pelayaran internasional: Menggunakan bahan bakar rendah belerang, pengendalian partikel dan NOx

SOLUSI DARI SEKTOR PERTANIAN DAN SISTEM PANGAN

  1. Pengelolaan ternak dan kotoran ternak: Pengendalian amonia dan CH4 dari produksi ternak, termasuk aplikasi kotoran kandang kandang, fermentasi enterik, dan pencernaan anaerobik
  2. Aplikasi pupuk nitrogen yang efisien: Meningkatkan waktu dan dosis, inhibitor urease, dll.
  3. Perubahan pola makan: Mengurangi konsumsi protein daging
  4. Persawahan padi: Mendorong aerasi berkala pada sawah yang terus-menerus tergenang air
  5. Mengurangi pembakaran residu pertanian: Menerapkan larangan yang efektif dan memberikan alternatif selain pembakaran

SOLUSI DARI PENGELOLAAN LIMBAH

  1. Pengelolaan limbah padat: Pengumpulan limbah yang efisien dengan pemisahan sumber dan daur ulang. Pemulihan gas dari tempat pembuangan akhir
  2. Pengolahan air limbah: Anaerobik dua tahap yang dikelola dengan baik diikuti dengan pengolahan aerobik dengan pemulihan biogas

SOLUSI LAINNYA

  1. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut: Manajemen hutan, lahan, dan air yang lebih baik serta strategi pencegahan kebakaran
  2. Pengurangan bertahap penggunaan hidrofluorokarbon (HFC): Mitigasi lebih lanjut di luar Amandemen Kigali

Setelah 25 solusi digelar dengan gamblang, menurut laporan UNEP, hambatan utama untuk menerapkan solusi-solusi ini tidak lagi terletak pada masalah teknis atau masalah ekonomi, namun masalah kelembagaan.

Laporan UNEP mengingatkan, kepala negara, menteri keuangan, pemimpin bisnis, dan komunitas terdampak, seringkali masih memiliki gambaran yang parsial (sepotong-sepotong) tentang manfaat ekonomi dari solusi terintegrasi ini. Untuk itu, menurut UNEP, hanya melalui reformasi lah solusi-solusi ini bisa diterapkan. Jauh sebelum pilihan revolusi mengemuka.

Redaksi Hijauku.com