Polusi karbon dioksida (CO2) kembali mencetak rekor bulanan tertinggi sepanjang sejarah. Para ilmuwan dari NOAA dan Scripps Institution of Oceanography di University of California San Diego mengumumkan, emisi CO2 tertinggi sebesar 417,1 PPM (parts per million) tercatat pada bulan Mei 2020 oleh stasiun riset Mauna Loa.

Polusi CO2 di atas 400 PPM pertama kali dicatat oleh stasiun riset Mauna Loa pada 2014. Sejak saat itu, peningkatan polusi CO2 di atmosfer bumi tidak pernah berhenti apalagi turun. Tim ilmuwan menyatakan, saat ini polusi CO2 berada di level tertinggi yang tak pernah dialami bumi selama jutaan tahun.

Penurunan polusi akibat pandemi COVID-19 ternyata juga tidak mampu menghentikan tren peningkatan polusi CO2 dunia. Menurut tim peneliti, paling tidak diperlukan penurunan polusi antara 20-30% selama 6-12 bulan, agar tren peningkatan emisi CO2 yang tercatat di Mauna Loa melamban.

Pieter Tans, ilmuwan senior di Global Monitoring Laboratory, lembaga di bawah NOAA menyatakan, dengan terus meningkatnya polusi CO2 ini berarti, ”Kita tak pernah berhenti untuk terus memicu peningkatan suhu bumi, kenaikan air laut dan cuaca ekstrem di seluruh dunia setiap tahun.”

Peluang untuk menurunkan polusi iklim pun semakin menipis. “Bahkan jika manusia berhenti mengeluarkan polusi CO2 saat ini, diperlukan waktu hingga ribuan tahun agar polusi iklim ini diserap oleh lautan dan kembali ke level sebelum masa pra industri,” tegas Pieter.

“Ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa peningkatan polusi gas rumah kaca memicu pemanasan global, mencairkan es dan meningkatkan permukaan air laut. Jika kita tidak menghentikan kenaikan emisi gas rumah kaca, terutama CO2, sebagian besar wilayah di bumi akan menjadi wilayah yang tak layak ditinggali,” pungkasnya.

Redaksi Hijauku.com