Brazilian Amazon forest - Gleilson Miranda  Governo do AcreBrasil bertekad memulihkan 12 juta hektar hutan di bawah skema Tantangan Bonn atau “Bonn Challenge”. Menteri Lingkungan Hidup Brasil, José Sarney Filho, mengumumkan tekad Brasil ini di konferensi keanekaragaman hayati, Sabtu, 3 Desember 2016 di Cancun, Meksiko. Dengan tekad ini, Brasil bergabung dengan 38 negara, asosiasi dan perusahaan lain yang melakukan restorasi hutan dan lahan terdegradasi.

Pemerintah Brasil juga berencana menggabungkan aksi di bidang pertanian, peternakan dan kehutanan di lahan seluas 5 juta hektar di bawah inisiatif pembangunan rendah karbon dan memulihkan 5 juta lahan yang digunakan untuk industri peternakan. Semua aksi tersebut, menambah luas total wilayah yang akan direstorasi menjadi 22 juta hektar.

Di bawah Tantangan Bonn, negara, asosiasi, dan perusahaan menargetkan restorasi 150 juta hektar lahan pada 2020 dan 350 juta hektar lahan pada 2030. Penelitian dari Global Partnership on Forest Landscape Restoration (GPFLR) menyebutkan, banyak manfaat yang bisa diperoleh jika dunia berhasil merestorasi 350 juta hektar lahan. Merestorasi hutan, lahan dan melindungi daerah aliran sungai akan meningkatkan produksi pertanian dan kehutanan dengan nilai manfaat mencapai US$170 miliar per tahun.

Tidak hanya bagi ekonomi, memulihkan hutan dan lahan yang terdegradasi juga bermanfaat bagi aksi mitigasi perubahan iklim. Saat ini sudah terdapat 39 komitmen restorasi lahan dengan potensi pengurangan emisi sebesar 13,96 Gigaton (Gt) CO2 dan manfaat ekonomi sebesar US$42,8 juta. Tekad Brasil memulihkan 12 juta hektar hutan, menambah potensi luas lahan yang akan direstorasi menjadi 136,32 juta hektar.

Inisiatif-inisiatif lain dalam Tantangan Bonn berasal dari negara, asosiasi dan perusahaan sebagai berikut: Argentina, Benin, Atlantic Forest Restoration Pact (dari Brasil), Burundi, Republik Afrika Tengah, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Pantai Gading, Republik Demokrasi Kongo, Ekuador, El Salvador, Ethiopia, Ghana, Guatemala, Private Natural Reserves (dari Guatemala), Guinea, Honduras, India, Kenya, Liberia, Madagaskar, Malawi, Meksiko dan tiga wilayah lainnya yaitu Campeche, Quintana Roo dan Yucatán, Mozambique, Nikaragua, Nigeria, Pakistan (KPK), Panama, Peru, Republik Kongo, Rwanda, Uganda serta Amerika Serikat.

Satu-satunya perusahaan dari Indonesia diwakili oleh Asia Pulp and Paper yang pada 2014 berkomitmen merestorasi 1 juta hektar lahan dengan potensi manfaat ekonomi sebesar US$314 juta dan pengurangan emisi sebesar 0,09 GtCO2.

Redaksi Hijauku.com