640px-VOA_A_car_tries_to_drive_through_Jakarta's_flooded_streetsGempa bumi dan bencana iklim – bencana terkait dengan cuaca – mendominasi jenis-jenis bencana alam dunia.

Bencana alam memaksa 22 juta penduduk dunia mengungsi pada 2013. Bencana gempa bumi dan bencana iklim – bencana yang terkait dengan cuaca – mendominasi jenis-jenis bencana ini. Jumlah penduduk dunia yang mengungsi akibat bencana alam ini, tiga kali lipat lebih banyak dibanding mereka yang mengungsi akibat konflik pada tahun yang sama.

Hal ini terungkap dalam laporan yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis Rabu (17/9). Laporan berjudul “Global Estimates 2014: People Displaced by Disasters ini disusun oleh Internal Displacement Monitoring Centre (IDMC) lembaga di bawah Norwegian Refugee Council.

Laporan ini menunjukkan bahwa risiko mengungsi akibat bencana alam telah naik lebih dari dua kali lipat dalam empat dekade terakhir akibat terus meningkatnya jumlah penduduk dan populasi di perkotaan, terutama di negara-negara yang rentan bencana.

Negara kaya maupun miskin sama-sama menderita akibat bencana ini, walau jumlah penduduk yang mengungsi di negara berkembang lebih banyak (85%). Negara-negara Asia menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi akibat bencana alam terbanyak, sebanyak 19 juta atau 87,1% dari jumlah pengungsi global.

Di Filipina misalnya, taifun Haiyan telah menyebabkan 4,1 juta penduduk mengungsi. Satu juta pengungsi lain berada di Afrika, jumlah ini merupakan gabungan jumlah pengungsi di benua Amerika, Eropa dan Oseania. Taifun Man-yi di Jepang membuat 260.000 orang mengungsi, sementara tornado di negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat telah membuat 218.500 penduduk mengungsi.

Banjir musiman menjadi ancaman di wilayah Afrika sub-Sahara terutama di Niger, Chad, Sudan dan Sudan Selatan – negara-negara yang populasinya rentan akibat konflik dan kekeringan. Populasi di Afrika jumlahnya diperkirakan akan berlipat ganda pada 2050 sehingga risiko pengungsian akibat bencana alam juga akan naik lebih tinggi dibanding wilayah-wilayah lain dunia.

Redaksi Hijauku.com