Budi daya perikanan (aquaculture) semakin berperan penting mencegah eksploitasi sumber daya perikanan dunia.

Hal ini terungkap dalam laporan terbaru Worldwatch Institute yang ditulis oleh Danielle Nierenberg dan Katie Spoden yang dirilis Jum’at lalu (16/8). Produksi ikan dunia menembus rekor baru sebesar 154 juta ton pada 2011 dan budi daya perikanan (aquaculture) diperkirakan akan menyumbang 60% produksi ikan dunia pada 2020.

Ikan yang ditangkap dari alam mencapai 90,4 juta ton pada 2011, naik 2% dari tahun 2010. Sementara budi daya perikanan, terus tumbuh dalam 25 tahun terakhir dan naik 6,2% pada 2011.

Menurut Nierenberg, yang juga Direktur proyek “Nourishing the Planet”, meningkatnya produksi ikan dunia bisa menimbulkan berbagai masalah lingkungan seperti kerusakan habitat, sampah, merebaknya spesies dan patogen berbahaya, serta semakin langkanya spesies ikan di alam liar.

Penduduk dunia mengonsumsi 130,8 juta ton ikan pada 2011. Sebanyak 23,2 juta ton ikan digunakan untuk produk non-makanan seperti pelet, minyak ikan, kultur, umpan dan produk-produk farmasi.

Jumlah konsumsi ikan penduduk dunia ini naik 14,4% selama lima tahun terakhir. Sementara konsumsi ikan hasil budi daya meningkat 10 kali lipat sejak tahun 1970, dengan rata-rata tahunan mencapai 6,6% per tahun. Penduduk Asia mengonsumsi dua pertiga ikan hasil budi daya maupun penangkapan di alam liar.

Menurut Lembaga Pangan dan Pertanian PBB (FAO), ekonomi jutaan penduduk dunia bergantung pada sektor perikanan.

Satu lapangan kerja di sektor perikanan, memiliki tiga hingga empat lapangan kerja turunan baru, seperti di industri pemrosesan makanan, pemasaran, perawatan peralatan penangkap ikan dan industri-industri lainnya.

Setiap pelaku ekonomi di industri perikanan rata-rata menafkahi hingga tiga orang anggota keluarga. Secara keseluruhan sektor primer dan sekunder di industri ini memekerjakan 660 hingga 820 juta penduduk — 10-12% dari populasi global.

Menurut data terakhir, produksi ikan di Asia adalah yang terbesar di dunia, naik 6,4% pada 2010 menjadi 121,3 juta ton. Eropa menempati posisi kedua dengan tingkat produksi yang berbeda cukup jauh yaitu 16,4 juta ton (9,7% dari pasokan ikan global). Budi daya perikanan di darat naik 6,2% menjadi 44,3 juta ton, sementara budi daya perikanan di laut naik 6,6% menjadi 19,3 juta ton.

Namun cadangan ikan dunia terus tergerus oleh praktik eksploitasi perikanan. Pada 2009 (data terakhir yang tersedia), 57,4% sumber daya perikanan alami dunia sudah tereksploitasi maksimal — tidak ada ruang untuk meningkatkan produksi.

Guna memenuhi kebutuhan penduduk dunia, budi daya perikanan (aquaculture) harus meningkatkan produksinya hingga 23 juta ton pada 2020. Hal ini guna mencegah eksploitasi sumber daya perikanan alami lebih lanjut.

Namun upaya itu harus dilakukan dengan menghindari potensi kerusakan habitat dan lahan akibat penggunaan pupuk dan bahan-bahan kimia, serta dari praktik budi daya perikanan dalam skala besar.

Budi daya perikanan juga harus memertimbangkan dampak perubahan iklim dan pemanasan global guna menciptakan industri perikanan yang berkelanjutan. Saatnya menghijaukan industri perikanan global.

Redaksi Hijauku.com