Sekretaris Jenderal PBB, meminta pemuda dan pemudi di seluruh dunia untuk beraksi guna memercepat kemajuan perundingan antarnegara menjelang Rio+20.

Rio+20 adalah Konferensi Pembangunan Berkelanjutan yang akan diadakan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Brasil bulan depan. “Saya kecewa dengan perkembangan negosiasi yang lambat, karena itulah saya meminta kalian untuk beraksi,” ujar Ban yang menghadiri simulasi konferensi PBB yang dihadiri oleh murid-murid sekolah menengah di New York kemarin (17/5).

“Suarakan kepedulianmu. Tuntut aksi nyata dari pemerintah, agar mereka malu dan bekerja lebih keras (untuk mensukseskan negoisasi Rio+20).

“Ambisi kita adalah menciptakan kemajuan yang nyata, namun dunia perlu membuat kesepakatan atas isu-isu sulit – Saya meminta pemerintah untuk melakukannya sekarang, kita tidak bisa menunggu sampai Rio+20 berlangsung,” tambahnya lagi.

Awal bulan ini, perwakilan dari berbagai negara yang menegosiasikan dokumen Rio+20 setuju untuk menambah waktu lima hari lagi untuk menjembatani perbedaan antar mereka.

Dokumen yang dinegosiasikan berisi komitmen dari pemerintah, pelaku bisnis dan komunitas sipil, untuk kembali menerapkan pola pembangunan yang berkelanjutan dan menyetujui aksi-aksi nyata saat mereka menghadiri Rio+20, pada tanggal 20-22 Juni nanti.

Dalam pidatonya Ban menegaskan bahwa kemajuan negosiasi sangat penting dan keputusan yang diambil dalam beberapa minggu ke depan akan berdampak sangat besar bagi masa depan bumi dan masyarakatnya. “Kaum muda memiliki kemampuan khusus membuat perubahan. Karena itulah saya meminta kalian untuk beraksi,” ujar Ban.

Redaksi Hijauku.com