Rekor Kenaikan Suhu Bumi akan Terus Terpecahkan

2026-06-01T06:42:31+07:0028 May 2026|Iklim, Laporan Utama|

Peringatan demi peringatan terus dikeluarkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Bumi akan semakin panas akibat terus meningkatnya polusi bahan bakar fosil. Akan kah peringatan kali ini diabaikan sebagaimana banyak peringatan krisis kemanusiaan yang lain, seperti genosida, bencana dan cuaca ekstrem?

PBB Adopsi Resolusi Bersejarah untuk Mengatasi Perubahan Iklim

2026-05-21T07:04:33+07:0020 May 2026|Iklim, Laporan Utama|

Majelis Umum PBB (UNGA) mengadopsi resolusi "Pendapat Ahli Mahkamah Internasional terkait Kewajiban Negara terhadap Perubahan Iklim", Rabu, 20 Mei 2026. Resolusi yang disiapkan oleh Vanuatu dan beberapa negara lain ini diadopsi dengan 141 suara mendukung, 8 menentang dan 28 abstain.

Pembiayaan Bank ke Batu Bara Berpengaruh Signifikan Terhadap Perubahan Iklim

2026-05-20T07:27:35+07:0020 May 2026|Energi, Iklim, Siaran Pers|

Mayoritas warga Indonesia (60%) atau tiga dari lima orang, setuju bahwa perbankan berpengaruh signifikan terhadap perubahan iklim jika terus mendanai tambang dan pembangunan pembangkit listrik batu bara.

Dunia Perlu Kompas Baru di Tengah Perang dan Krisis Ekonomi

2026-06-18T06:47:41+07:0012 May 2026|Ekonomi, Iklim, Laporan Utama|

Upaya ini bisa menjadi upaya terakhir Perserikatan Bangsa-Bangsa di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal, António Guterres, untuk mengembalikan tatanan dunia yang menghormati diplomasi, aturan, regulasi, norma-norma antar bangsa.

WMO: Iklim Bumi Semakin Tidak Seimbang

2026-03-24T04:02:56+07:0023 March 2026|Iklim, Laporan Utama|

Perubahan cepat dan dalam skala besar saat ini tengah terjadi. Kecanduan dunia terhadap bahan bakar fosil semakin mengacaukan iklim dan keamanan global. Memicu perang dan bencana yang merusak lingkungan dengan dampak yang akan dirasakan oleh manusia selama ratusan bahkan ribuan tahun. Kita menghadapi kondisi darurat perang dan iklim.

Kemarau 2026: Cobaan bagi Petani, Berkah bagi Nelayan Indonesia

2026-03-20T16:52:33+07:0018 March 2026|Ekonomi, Iklim, Siaran Pers|

Peneliti Ahli Utama Bidang Kepakaran Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Pranowo menjelaskan bahwa awal kemarau memicu pergerakan Angin Timuran yang kuat. Angin ini mendorong massa air permukaan laut ke arah lepas pantai, yang kemudian digantikan oleh massa air dingin kaya nutrien dari lapisan yang lebih dalam.

Go to Top