Pemenang penghargaan lingkungan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa, Champions of the Earth tahun ini menginspirasi, membela, memobilisasi, dan beraksi untuk mengatasi tantangan lingkungan terbesar di zaman ini, termasuk perlindungan dan pemulihan ekosistem.
Penghargaan tahun ini mencakup empat kategori yaitu Inspiration and Action (Inspirasi dan Aksi), Policy Leadership (Kepemimpinan Kebijakan), Entrepreneurial Vision (Visi Kewirausahaan) dan Science and Innovation (Sains dan Inovasi).
Sejak dimulai pada tahun 2005, penghargaan tahunan Champions of the Earth, telah dianugerahkan kepada 101 pemenang, termasuk kepada 25 pemimpin dunia, 62 individu dan 14 organisasi. Para pemenang Champions of the Earth 2021 adalah:
Mia Mottley, Perdana Menteri Barbados
Mia Mottley memperoleh penghargaan dalam kategori Kepemimpinan Kebijakan untuk suaranya yang lantang mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan dan secara konsisten menyuarakan kerentanan Negara Berkembang Pulau Kecil akibat darurat iklim. Mia Mottley juga menjadi pendorong aksi iklim di seluruh Amerika Latin dan kawasan Karibia – negaranya menjadi yang pertama menyetujui Rencana Aksi untuk Dekade Restorasi Ekosistem PBB. Di bawah kepemimpinannya, Barbados telah mengadopsi target energi terbarukan yang ambisius, berkomitmen mewujudkan sektor listrik dan transportasi bebas bahan bakar fosil pada tahun 2030. Pada saat yang sama, Barbados juga mengimplementasikan banyak proyek konservasi dan restorasi, dari hutan, kota, kawasan pesisir dan laut. Ia juga mengetuai One Health Global Leaders’ Group on Antimicrobial Resistance atau Grup Pemimpin Global One Health dalam bidang Resistensi Antimikroba.
The Sea Women of Melanesia atau Wanita Laut dari Melanesia (Papua Nugini dan Kepulauan Solomon)
Organisasi yang melatih perempuan lokal untuk memantau dan menilai dampak pemutihan terumbu karang yang terus meluas ini ini mendapatkan penghargaan untuk kategori Inspirasi dan Aksi. Mereka menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan untuk menyelamatkan wilayah terumbu karang paling terancam punah di dunia.
Gladys Kalema-Zikusoka (Uganda)
Gladys Kalema-Zikusoka mendapatkan penghargaan dalam kategori Sains dan Inovasi. Gladys adalah seorang dokter hewan satwa liar pertama di Uganda Wildlife Authority (Otoritas Margasatwa Uganda), otoritas dunia yang diakui di bidang primata dan penyakit zoonosis. Sebagai pendiri dan CEO Conservation Through Public Health (CTPH), ia memimpin implementasi tiga program strategis terpadu dengan menggunakan pendekatan ‘One Health’.
Maria Kolesnikova (Republik Kirgistan)
Maria Kolesnikova memperoleh penghargaan dalam kategori Visi Wirausaha. Maria adalah aktivis lingkungan yang mewakili generasi muda, Ia memimpin MoveGreen, sebuah organisasi yang bekerja memantau dan meningkatkan kualitas udara di Asia Tengah. Di kepemimpinanya, MoveGreen mengembangkan aplikasi bernama AQ.kg, yang mengumpulkan data polusi udara (termasuk PM2.5, dan PM10 dan nitrogen dioksida) setiap 20 menit di dua kota terbesar di Kirgistan, Bishkek dan Osh.
Menurut UNEP penghargaan Champions of the Earth bertujuan untuk menginspirasi dan memotivasi lebih banyak orang untuk mengatasi tiga krisis di Bumi – perubahan iklim, hilangnya alam dan keanekaragaman hayati, serta polusi, bahan kimia, dan limbah.
Penghargaan tahun ini mendukung Dekade Restorasi Ekosistem PBB, yang berlangsung hingga 2030, bertepatan dengan batas waktu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Menurut UNEP, dunia dapat mencegah hilangnya satu juta spesies yang terancam punah dengan menghentikan dan membalikkan degradasi ekosistem darat dan perairan. Data ilmiah menyebutkan, memulihkan hanya 15% ekosistem di kawasan prioritas akan memperbaiki habitat dan dapat mengurangi kepunahan hingga 60%.
UNEP menyatakan, semakin sehat ekosistem kita, semakin sehat planet ini dan penduduknya. Restorasi ekosistem hanya akan berhasil jika semua orang bergabung dengan gerakan untuk mencegah, menghentikan, dan membalikkan degradasi ekosistem di seluruh dunia.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment