Jakarta, 22 Mei 2016 – Bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional pada tanggal 22 Mei, Home Credit Indonesia bersama dengan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) hari ini menggelar kegiatan sosial bertemakan “1.000 Pohon Untuk Bumi, Selamatkan Keanekaragaman Hayati” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini dibuka oleh CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler; Kepala Bidang Kehutanan, Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, Djaja Suhardja; dan Ketua Umum KOPHI, Oke Fifi Abriany.
Dalam kesempatan ini Andy Nahil Gultom, Chief External Affairs mengatakan, “Home Credit Indonesia berkomitmen secara aktif melakukan program tanggung jawab sosial. Tahun 2015 lalu Home Credit Indonesia mendukung pendidikan anak usia dini dan tahun ini Home Credit Indonesia memperluas fokusnya, tidak hanya mengedukasi tetapi juga peduli terhadap perlindungan lingkungan. Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kelestarian lingkungan di sekitar Jakarta Timur yang merupakan kawasan yang masih gersang dan perlu diperhatikan kelestariannya.”
Keanekaragaman hayati merupakan ukuran dari kesehatan ekosistem. Perlu disadari bahwa keanekaragaman hayati tidak akan selalu tetap keadaannya, baik dari segi jumlah maupun jenisnya, terutama tumbuhan endemik yang semakin langka dan terancam punah. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor di* lahan untuk perumahan dan properti lainnya karena pertumbuhan penduduk yang semakin besar. Bahkan pada tahun 2014, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk Jakarta telah menembus angka 10 juta jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1,06% per tahun.
Berkaitan dengan hal tersebut, CEO Home Credit Indonesia, Jaroslav Gaisler menyampaikan, “Kelestarian keanekaragaman hayati merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan setiap makhluk hidup, tidak hanya manusia. Kami sangat mendukung inisiatif Gubernur DKI Jakarta dalam melestarikan keanekaragaman hayati melalui penanaman pohon di setiap taman-taman yang ada di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam memberikan dampak positif di bidang lingkungan hidup dan edukasi lingkungan. Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan memperbaiki kesehatan lingkungan lewat menanam pohon yang hampir punah.”
“Sekitar 100 orang relawan Home Credit Indonesia bersama dengan 30 orang anak-anak binaan dari Griya Yatim Indonesia dan anggota KOPHI terlibat menyumbangkan waktu serta tenaga mereka untuk menanam 1.000 pohon. Melalui program ini, kami juga mengedukasi kepada generasi muda dan anak-anak serta masyarakat pada umumnya,” tambah Jaroslav
Kepala Bidang Kehutanan, Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, Ir. Djaja Suhardja mengatakan, “Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan mengapresiasi inisiatif dan kegiatan yang dilakukan oleh Home Credit Indonesia dan rekan-rekan pemuda KOPHI. Kami berharap semakin banyak gerakan-gerakan seperti ini di masyarakat sehingga kita bisa bersama-sama melestarikan keanekaragaman hayati di Jakarta maupun di Indonesia.”
Pohon-pohon yang ditanam merupakan pohon ikon Jakarta yang keberadaannya semakin sulit ditemui di pekarangan rumah seperti Gandaria, Buni, Bisbul, Kecapi, Menteng, Jamblang, Matoa, Gayam, Rukem, Gemitri, Jambu Biji dan Jambu Mawar.
Ketua Umum KOPHI Oke Fifi Abriany menambahkan, “Penanaman pohon hari ini merupakan simbolisasi kepedulian kami terhadap tanaman ikon Jakarta, tetapi kegiatan pelestarian tidak berhenti sampai hari ini saja. Kami akan melakukan pemantauan dan perawatan pohon setiap bulannya supaya pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga dapat bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat. Sebagai komunitas pemuda yang bergerak di bidang lingkungan, kami berharap dapat mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk peduli dan sadar dalam melindungi lingkungan, khususnya keanekaragaman hayati di Indonesia.”
Selain kegiatan penanaman pohon, Home Credit Indonesia bersama KOPHI juga mengedukasi anak-anak Griya Yatim Indonesia dengan mengajak mereka melakukan kegiatan daur ulang membuat paper-bag serta membuat tas dari kaos tidak layak pakai untuk mengurangi dampak sampah yang juga menjadi permasalahan besar ibukota Jakarta.
###
Leave A Comment