Musim hujan yang terjadi di wilayah Tanduk Afrika pada bulan Maret hingga Mei tahun ini diramalkan memiliki intensitas di bawah normal.

Menurut siaran pers lembaga PBB yang menangani strategi pengurangan bencana, UN International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR) kemarin (Rabu, 29 Februari 2012), kondisi tersebut akan memerparah kekeringan yang sudah menghantui wilayah ini.

Menurut UNISDR, perkiraan ini terutama berlaku bagi wilayah yang dilanda kekeringan parah tahun lalu yaitu sebagian besar wilayah Somalia; Djibouti; wilayah timur dan utara Kenya; serta wilayah selatan, timur dan timur laut Ethiopia.

“Ini bukan kabar yang bagus bagi para petani yang telah menderita kekeringan dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Youcef Ait-Chellouche, Wakil Koordinator Regional UNISDR.

“Kami harus bersiap dengan kekacauan pola musim hujan serta musim kering yang berkepanjangan yang akan berpengaruh pada produksi pertanian dan keamanan pangan.”

Ait-Chellouche menyatakan, tim penanggulangan bencana harus dilibatkan dalam perencanaan jangka panjang negara-negara di wilayah ini. Hal tersebut untuk mengatasi masalah kemanusiaan yang akan terjadi akibat kurangnya curah hujan di hampir semua wilayah Tanduk Afrika.

Prediksi curah hujan di bawah normal juga akan terjadi di hampir semua wilayah Tanzania, wilayah barat dan selatan Kenya, Burundi, Rwanda dan Uganda.

Redaksi Hijauku.com