Merk dan Bank Besar Gagal Hentikan Deforestasi
BNI, CIMB, Procter & Gamble dan Ferrero menjadi bank dan merek yang mendapatkan nilai âFâ.
BNI, CIMB, Procter & Gamble dan Ferrero menjadi bank dan merek yang mendapatkan nilai âFâ.
PT. Nia Yulided Bersaudara menjadi perusahaan sawit paling kontroversial di Aceh Timur dengan mengabaikan instruksi moratorium sawit pemerintah.
Dengan mengembalikan status abu batu bara sebagai limbah bahan berbahaya beracun (B3) pemerintah lebih mengutamakan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Masih ada sekitar 9,4 juta hektar hutan alam yang belum terlindungi oleh kebijakan penghentian pemberian izin baru sehingga rentan terdeforestasi.
Kebijakan pemerintah dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cenderung inkonsisten.
Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menjabarkan 5 pokok pikiran utama, mengapa kerusakan lingkungan harus segera dihentikan.