Efisiensi Energi Indonesia Tertinggal
Indonesia sangat tertinggal dalam efisiensi energi di sektor transportasi, industri, bangunan dan perumahan.
Indonesia sangat tertinggal dalam efisiensi energi di sektor transportasi, industri, bangunan dan perumahan.
Sedikitnya 2,7 juta hektar hutan alam primer dan lahan gambut raib selama 6 tahun pelaksanaan kebijakan moratorium.
Laut yang sehat meningkatkan potensi pendapatan dari wisata ramah lingkungan bagi penduduk lokal.
Luas hutan per kapita terus menurun dari 0,8 hektar pada 1990 menjadi hanya 0,6 hektar pada 2015.
Koalisi gabungan industri dan LSM luncurkan panduan untuk mengidentifikasi dan melindungi hutan hujan tropis.
Perubahan iklim di perkotaan berpotensi merusak hasil-hasil pembangunan, menggerus pertumbuhan ekonomi.