Oleh: Swary Utami Dewi *
Hampir pasti dipastikan setiap dari kita yang pernah belajar Biologi mendengar nama Kepulauan Galapagos. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), guru Biologi saya menjelaskan bahwa Galapagos-lah yang memberi inspirasi pada Charles Darwin untuk melahirkan Teori Evolusi. Darwin, yang dikenal sebagai Bapak Evolusi, pada tahun 1831 melakukan perjalanan keliling dunia selama lima tahun menggunakan sebuah kapal. Selama lima tahun tersebut, pria Inggris ini menuliskan total 1.383 halaman mengenai geologi dan 368 halaman mengenai tumbuhan dan hewan. Ia juga mengumpulkan berbagai fosil serta bebatuan.
Tercatat pada 15 September 1835, The Beagle, kapal yang membawa Darwin menjelajah dunia, berlabuh di Galapagos. Selama 35 hari, Darwin mengunjungi beberapa pulau dari total 16 pulau yang ada di Kepulauan Galapagos. Di pendaratannya di kepulauan vulkanik ini, ia berhasil menulis 80 halaman mengenai kondisi geologis di Galapagos dan 25 halaman lainnya mengenai hewan-hewan di sana. Nah, kali ini, Tammy Soputro, dari komunitas Jalan-Jalan Virtual Immersiva, membawa kita menjejak kaki sejenak di beberapa pulau di Kepulauan Galapagos, pada perjalanan daring. 28 April 2021, mirip seperti yang dilakukan Charles Darwin ratusan tahun lalu.
Tammy menjelaskan bahwa Kepulauan Galapagos terletak di Samudra Pasifik. Pulau ini menjadi bagian dari negara Ekuador dan ditempuh dengan pesawat sekitar 3 jam dari ibukota Ekuador, yang berada di Benua Amerika. Jaraknya sendiri sekitar 906 kilometer dari daratan Ekuador. Video yang langsung dibuat sendiri oleh Tammy membawa saya bisa menjejak tempat impian yang dulu hanya saya dengar dari guru Biologi.
Pemandangan alam yang eksotik di lima pulau yang dikunjungi Tammy, beserta tangkapan kamera berbagai satwa unik dan tumbuhan khas Galapagos, disajikan lewat layar video yang terlihat ciamik. Ini semua serasa membawa saya kembali ke pelajaran Biologi dulu. Dan kali ini saya begitu menikmati panduan dua jam tersebut.
Kepulauan Galapagos yang unik terbentuk dari sisa letusan gunung api. Pulau tertua yang ada di sini memiliki usia sekitar empat juta tahun. Di wilayah Galapagos masih terdapat beberapa gunung api yang sangat aktif. Dan di pulau-pulau yang terbentuk dari letusan gunung api inilah Tammy mengajak kita menjelajah.
Total ada lima pulau yang dikunjungi. Pertama adalah Pulau Mosquera atau Mosqeura Islet. Pulau ini dihuni oleh anjing laut. Dari bayi sampai anjing laut dewasa ditemui di sini. Mereka nampak jinak dan tidak terganggu oleh kedatangan pengunjung. Beberapa sedang asyik berjemur. Meski demikian, wisatawan diminta untuk tetap bisa menjaga jarak dan tidak mengganggu aktivitas hewan ini. Kemudian ada Pulau Genovesa. Pulau ini dihuni berbagai jenis burung. Warnanya rata-rata indah menarik perhatian mata. Di tepi pulau ini banyak dijumpai jenis tanaman tertentu yang menjadi tempat bernaung ragam burung tersebut.
Lalu beralih ke Pulau Isabella. Nampaknya inilah salah satu pulau yang paling terkenal di Galapagos. Jenis kura-kura raksasa legendaris yang menjadi salah satu pusat perhatian Charles Darwin untuk mempelajari evolusi binatang ditemui di sini. Kura-kura Galapagos sendiri merupakan jenis kura-kura darat (tortoise) terbesar di dunia. Beratnya bisa melebihi 400 kg dengan panjang mencapai hampir 1,9 meter. Hewan ini, ajaibnya, bisa hidup tanpa makan dan minum selama setahun. Dan mereka mampu hidup sampai usia di atas seratus tahun. Bahkan pernah ada seekor kura-kura yang dinamai Harriet baru mati saat usianya sudah 175 tahun.
Rumah atau batok kura kura raksasa Galapagos sendiri mirip kubah. Batoknya tidak sekeras batok kura-kura jenis lain. Batok ini merupakan bagian dari tubuh si kura-kura dan akan terus tumbuh menyesuaikan dengan pertumbuhan badan sang kura-kura. Menurut Tammy, sebenarnya ada lagi jenis kura-kura yang batoknya lebih mirip pelana kuda, tapi ada di pulau lain. Saat penjelajah Spanyol pada tahun 1500-an menemukan rangkaian pulau-pulau di Pasifik ini, hal pertama yang mereka lihat adalah pulau yang dipenuhi kura-kura dengan batok, yang dari jauh sangat mirip pelana kuda. Bahasa Spanyol untuk pelana kuda adalah Galapago. Akhirnya mereka bersepakat menamai kepulauan ini sebagai Kepulauan Galapagos. Kepulauan ini menjadi teritori kolonialis Spanyol cukup lama.
Pulau lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Fernandina. Jenis binatang yang ditemui di sini adalah iguana darat. Nampak mereka terlihat asyik berjemur di tepi pantai yang berbatu karang. Tammy menceritakan, di pulau lain juga ada iguana laut, yakni di Pulau Humedales. Iguana laut ini memiliki kemampuan unik untuk hidup dan mencari makan di laut. Bahkan mereka mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 9 meter.
Terakhir Tammy mengajak menjejak kaki di pulau tak berpenghuni, yakni Pulau Floreana. Pulau ini sama sekali tidak dihuni binatang. Tumbuhan tidak hidup.di sini. Struktur lava yang mengeras dan merekah kering di beberapa tempat menjadi ciri khas Pulau Floreana.
Lima dari belasan pulau yang ada di Kepulauan Galapagos memang menunjukkan kondisi geografis dan ekosistem yang unik. Hewan di sini mampu bertahan hidup karena bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Dan Tammy telah mampu membawa kita yang mengikuti jalan-jalan virtual ini serasa kembali pada pelajaran Biologi masa SMA. Tentu saja dengan cara yang lebih hidup dan menyenangkan.
–##–
* Swary Utami Dewi adalah anggota Komunitas Jalan-Jalan Virtual Immersiva dan Pegiat Perhutanan Sosial.
Leave A Comment