Berikut 8 fakta keterkaitan antara bencana, nutrisi, kelaparan dan kerusakan lingkungan.
Bencana meningkatkan risiko kelaparan dan malnutrisi. Bencana mayoritas disebabkan oleh kerusakan lingkungan. Bencana berdampak besar terhadap masyarakat dan komunitas miskin di dunia. Bagaikan lingkaran setan, bencana menyebabkan masyarakat semakin berisiko saat bencana alam kembali terjadi. Kondisi ini memacu dunia untuk lebih fokus mengantisipasi pengurangan risiko bencana.
Hal ini terungkap dari laporan Program Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berjudul Eight Facts On Disasters, Hunger and Nutrition. Berikut 8 fakta keterkaitan antara bencana, nutrisi, kelaparan serta kerusakan lingkungan.
Fakta pertama
Sebanyak 80% mereka yang rawan kelaparan tinggal di wilayah rawan bencana yang ternyata disebabkan oleh kerusakan lingkungan yang parah.
Fakta kedua
Dari data kemiskinan terungkap, lebih dari 10% populasi dunia (980 juta orang) yang hidup dengan dana US$1,25 per hari berada di wilayah pedesaan. Banyak dari mereka bergantung pada pertanian sehingga rentan terhadap perubahan iklim dan bencana alam.
Fakta ketiga
Pada 2050, jumlah penduduk yang kelaparan dan anak yang menderita malnutrisi berisiko naik hingga 20% sebagai akibat bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim.
Fakta kelima
Lebih dari 20% variasi tinggi badan penduduk di negara berkembang ditentukan oleh faktor lingkungan terutama kekeringan.
Fakta kelima
Kasus di Bangladesh menunjukkan peningkatan kasus anak pendek (stunting) dan anak kekurangan berat badan (wasting) di kalangan siswa prasekolah setelah terjadi bencana banjir, akibat kekurangan makanan dan meningkatnya kasus pencemaran.
Fakta keenam
Di Filipina, dalam 20 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah kematian bayi sebanyak 15 kali lipat dalam periode 24 bulan setelah terjadi taifun termasuk mereka yang tewas saat bencana terjadi. Kebanyakan korban adalah bayi perempuan.
Fakta ketujuh
Kekeringan berdampak besar pada perubahan pola konsumsi makanan. Di Niger, bayi yang lahir pada saat terjadi kekeringan – terlepas lokasi lahirnya – dua kali lipat lebih berisiko mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi pada usia satu dan dua tahun.
Fakta kedelapan
Kelaparan takkan bisa dihapuskan jika dunia tidak meningkatkan daya tahan penduduk yang paling rentan terhadap risiko bencana dan perubahan iklim yang terus meningkat.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment