Analisis pengukuran suhu permukaan air laut - UC BerkeleyTeori “global warming hiatus” kembali terbukti “hoax” oleh tim peneliti dari University of California, Berkeley. Teori “global warming hiatus” ini menyatakan, bumi sempat mengalami masa istirahat (hiatus) dimana suhu bumi justru melambat atau menurun. Perlambatan atau penurunan suhu bumi menurut teori ini terjadi pada periode 1998 and 2012.

Teori ini sudah dibantah oleh para peneliti dari lembaga penelitian atmosfer dan kelautan Amerika Serikat (National Ocean and Atmospheric Agency/NOAA) 15 tahun yang lalu. Tim NOAA menyatakan suhu samudera justru terus naik 0,12 derajat Celsius per dekade sejak 2000, hampir dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya yaitu 0,07 derajat Celsius per dekade. Kesimpulan ini sejalan dengan tren peningkatan suhu bumi dalam 30 tahun sebelumnya antara tahun 1970 dan 1999.

Namun dalam masa 15 tahun sejak tahun 2000 tersebut, banyak ilmuwan, termasuk lembaga resmi IPCC (Intergovernmental Panel of Climate Change) yang memasukkan “global warming hiatus” dalam pembahasan mereka. Kondisi ini dimanfaatkan oleh mereka yang tidak percaya adanya pemanasan global untuk memengaruhi opini masyarakat.

Dunia seakan mengalami ambiguitas, hingga dua hari lalu (4 Januari 2017), hasil penelitian dan analisis NOAA kembali memeroleh penguatan. Para peneliti dari University of California, Berkeley (UC, Berkeley) menyatakan dengan tegas tidak ada perlambatan pemanasan global atau “global warming hiatus”. Dengan kata lain, justru teori “global warming hiatus” inilah yang terbukti sebagai hoax atau berita bohong.

Hasil penelitian UC Berkeley ini diterbitkan dalam jurnal “Science Advances” pada hari yang sama. Hasil kaji ulang oleh tim peneliti UC, Berkeley menyimpulkan, suhu permukaan air laut (sea surface temperature/SST) naik antara 0.07° to 0.12°C per dekade selama 19 tahun terakhir.

Hal ini sejalan dengan kesimpulan tim NOAA, 15 tahun yang lalu. Kesimpulan ini diperoleh setelah tim UC, Berkeley berhasil menghilangkan bias dalam data penelitian. Bias ini bersumber dari data pengukuran suhu permukaan laut oleh kapal (ship records) yang tidak akurat. Sementara pengukuran dari sensor apung (buoy) dan satelit justru menguatkan hasil penelitian NOAA.

“Hasil kami menunjukkan bahwa (hasil penelitian) NOAA benar, hasil analisis mereka tidak mengada-ada,” ujar Zeke Hausfather, lulusan UC Berkeley Energy and Resources Group, yang memimpin penelitian ini. Tidak ada kata terlambat untuk mengakui tidak ada perlambatan, penurunan atau pendinginan suhu permukaan air laut. Pemanasan global terus berlanjut.

Redaksi Hijauku.com