Logo KOPHIWHAT?

Pentingnya Pendidikan Sanitasi

KOPHI PANAS (Peduli Anak dengan Edukasi dan Sanitasi) merupakan salah satu wujud pengabdian KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia) terhadap masyarakat dalam bentuk kegiatan lingkungan yang bersifat membangun. Sasaran utama dalam kegiatan ini adalah anak-anak dengan status sosial ekonomi rendah dari usia balita hingga Sekolah Dasar (SD).

Menurut Azwar (1995), sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Adapula sanitasi dasar yang merupakan sanitasi minimum yang diperlukan untuk menyediakan lingkungan sehat yang memenuhi syarat kesehatan yang menitikberatkan pada pengawasan berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Upaya sanitasi dasar tersebut mencakup penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia, pengelolaan sampah (tempat sampah) dan pembuangan air limbah (SPAL).

Pengetahuan mengenai sanitasi merupakan hal yang sangat penting. Hal ini dibuktikan dari hasil riset kesehatan pada tahun 2013 yang menunjukkan bahwa dari pemetaan penyakit menular yang mencolok adalah penurunan angka periode prevalensi diare, dari 9,0 persen tahun 2007 menjadi 3,5 persen tahun 2013. Penurunan prevalensi diare tersebut disebabkan oleh perilaku sehat dan bersih sederhana yang dilakukan oleh masyarakat, seperti dengan rajin mencuci tangan dan menggosok gigi yang dapat mencegah penyebaran penyakit kecacingan, serta mampu menurunkan kasus infeksi.

Edukasi Cerdas Melalui Dongeng

Bentuk kegiatan KOPHI PANAS tidak sebatas pada penyampaian materi dan praktek tentang sanitasi belaka. KOPHI juga berupaya untuk memberikan edukasi mengenai kondisi alam dan lingkungan. Dan pada edisi KOPHI PANAS #3 kali ini, edukasi tentang alam dan lingkungan akan dilakukan melalui kegiatan mendongeng.

Handajani (2008) mengemukakan bahwa dongeng dikemas dengan perpaduan antara unsur hiburan dan unsur pendidikan. Unsur hiburan dalam dongeng dapat ditemukan pada penggunaan kosa kata yang bersifat lucu, sifat tokoh yang jenaka, dan penggambaran pengalaman tokoh yang jenaka. Upaya penyampaian materi melalui kegiatan mendongeng tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi anak-anak untuk mendapatkan pesan moral yang terkandung didalamnya.

Sekilas Tentang Cahaya Anak Negeri

KOPHI PANAS #3 kali ini mengunjungi sanggar belajar Cahaya Anak Negeri (CAN) yang berlokasi di belakang Stasiun Bekasi. CAN sendiri lahir pada tahun 2013 dan merupakan transformasi dari Sanggar Anak Matahari (SAM). Tujuan dari didirikannya CAN ini adalah untuk dapat lebih mengakomodir dan memenuhi kebutuhan pengembangan potensi, bakat, minat, profesi, dan kehidupan sehari-hari, baik anak-anak dari beragam latar belakang entah anak jalanan, yatim, dhuafa, anak daerah berprestasi namun kekurangan akses terhadap pendidikan dan sumber daya, orangtua, orang dewasa, maupun lansia yang membutuhkan, baik di desa maupun di kota, melalui pelatihan, penyekolahan ke pendidikan formal, penyuluhan, workshop, bantuan kesehatan, perumahan, dan hal-hal lain yang dipandang perlu demi membawa kemajuan sesuai asas keadilan dan kemanusiaan.[2]

WHY?

Kondisi lingkungan di pinggiran Jakarta masih banyak yang cukup memprihatinkan, termasuk di wilayah Bekasi. Selain minimnya fasilitas sanitasi yang disediakan, pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sanitasi dan kebersihan lingkungan juga masih sangat terbatas. Alhasil, kondisi tersebut tentu membuat kesehatan masyarakat sekitar menjadi buruk.

Oleh karena itu, adapun tujuan yang ingin dicapai dari acara KOPHI PANAS #3 ini adalah:

1.     Membentuk pola kesadaran diri pada masyarakat, khususnya anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan diri melalui pendidikan sanitasi.

2.     Memberikan contoh praktik bagaimana menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri dengan baik dan benar.

3.     Anak-anak di lokasi tersebut dapat terhibur melalui kegiatan mendongeng yang ditampilkan.

4.     Selain sebagai hiburan, anak-anak pun juga diharapkan dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai positif dari materi dongeng yang disampaikan

WHO?

Dalam menyelenggarakan KOPHI PANAS ini, (KOPHI) melibatkan ± 30 anak-anak yang tergabung dalam sanggar Cahaya Anak Negeri, Bekasi.

WHEN AND WHERE?

Tempat Kegiatan                : Cahaya Anak Negeri, Bekasi

Hari, Tanggal kegiatan        : Minggu, 20 September 2015

Waktu Kegiatan                 : 14:00 – 16.00 WIB

Tentang KOPHI
Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) berdiri pada tahun 2010 melalui Deklarasi KOPHI di Museum Bank Mandiri untuk menjadi suatu wadah bagi anak muda yang ingin menjadi bagian dari solusi masalah perubahan iklim sehingga mereka dapat bergerak untuk melakukan sebuah tindakan secara kolektif dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang lestari.
Tidak hanya menjadi forum komunikasi antara pemuda Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap isu perubahan iklim, melalui kegiatan online dan offline, KOPHI juga hadir sebagai fasilitator dan mediator dalam pengembangan kapasitas anak muda Indonesia.
KOPHI berkembang menjadi organisasi pemuda pemerhati lingkungan yang tersebar di 15 provinsi Indonesia. Sebagai komunitas pemuda Indonesia, KOPHI terus berkembang dan berharap untuk dapat menjadi, sumber informasi bagi anak muda Indonesia terkait isu perubahan iklim dan lingkungan hidup untuk mewujudkan Indonesia yang lestari.
Untuk keterangan lebih lanjut atau terkait peliputan,  hubungi:

Ghofar Ismail – Media dan Komunikasi

085 747 867 461

info@kophi.or.id / ghofarers@gmail.com

Ismi Iman Sari – Public Relation

081 350 667 641

medkom.kophi@gmail.com / ismi.imansari@gmail.com