Aksi sektor swasta memangkas emisi gas rumah kaca bantu dunia menangkan perang melawan perubahan iklim. Kesimpulan ini diperoleh dari laporan terbaru Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) yang dirilis Rabu, 10 Juni 2015.
Menurut UNEP kota, perusahaan dan berbagai sektor bisa berkontribusi terhadap pengurangan hingga 1,8 Gigaton (Gt) emisi setara CO2 pada 2020 guna melengkapi aksi-aksi yang dilakukan oleh pemerintah dari seluruh dunia.
Perusahaan bisa berkontribusi dalam mengurangi emisi hingga 0,63 Gigaton (Gt) emisi setara CO2 pada 2020. Upaya kita beralih ke lampu yang lebih efisien bisa mengurangi 0,05 Gigaton (Gt) emisi setara CO2. Sementara kota-kota dunia bisa membantu mengurangi emisi hingga 1,08 Gigaton (Gt) setara CO2 semua pada 2020.
Laporan yang berjudul “Climate Commitments of Subnational Actors and Business” ini meneliti 15 inisiatif besar baik di perkotaan, wilayah, sektor bisnis termasuk di sektor efisiensi energi, pengurangan emisi metana, sektor pertanian dan keuangan.
Laporan ini menemukan, terdapat 180 inisiatif pengurangan emisi melibatkan 20.000 organisasi sejak April 2015. Semua inisiatif ini melengkapi inisiatif pemerintah guna memangkas antara 5-7 Gigaton emisi setara CO2 pada 2020.
Menurut UNEP, laporan ini menganalisis semua inisiatif di luar inisatif negara yang memiliki target konkret dan menghindari penghitungan pengurangan emisi ganda dengan target pengurangan emisi dari pemerintah.
Wilayah-wilayah di perkotaan menyumbang 76% emisi CO2 yang berasal dari pemakaian energi. Semua kota-kota dunia menurut data UNEP memroduksi hampir separuh dari emisi gas rumah kaca global, sehingga peran perkotaan dalam memangkas emisi menjadi sangat penting.
Di sektor bisnis, sebanyak 1.000 perusahaan penghasil emisi terbesar menghasilkan 10 Gigaton emisi setara CO2/tahun atau sekitar 20% total emisi dunia. Menurut UNEP, diperlukan konsistensi dalam aksi pemangkasan emisi agar semua target pengurangan emisi bisa tercapai.
Redaksi Hijauku.com
Leave A Comment