Greenpost - Plant a tree - Arul NSOleh: Tania Monica

Siapa yang tidak tahu tentang istilah pemanasan global, go green atau istilah-istilah lain yang berkaitan dengan perubahan iklim di bumi?

Memang akhir-akhir ini mulai banyak gerakan-gerakan yang dibuat untuk membantu bumi agar dapat mengurangi pemanasan global yang kita rasakan. Pemanasan global sendiri merupakan suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Menurut data yang ada suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Konsensus dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyatakan, “sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia”. Bahkan tanpa disadari juga terkadang kita ikut menyebabkan pemanasan global yang terjadi seperti penggunaan hairspray, membakar sampah, dll.

Akibat dan dampak dari pemanasan global juga kita sendiri yang merasakan seperti iklim yang berubah-rubah secara ekstrim, munculnya penyakit yang baru, gangguan ekologis terhadap hewan dan tumbuhan, dll. Makin banyaknya dampak dari pemanasan global maka mulailah gerakan-gerakan untuk mengurangi pemanasan global. Akibat gerakan untuk mengurangi pemansan global tersebut sehingg timbulah lifestyle go green di kalangan masyarakat.

Menjadikan go green sebagai gaya hidup di kalangan masyarakat memang sangat bagus, tetapi terkadang hal tersebut hanyalah dijadikan sebagai sebuah gaya ikut-ikutan teman dan bukan untuk membantu bumi tapi dijadikan ajang bergaya di media sosial. Contohnya adalah ketika sesorang akan pergi menggunakan sepeda, hal yang pertama kali dia lakukan adalah meng-update status di Twitter, foto sepeda di Instagram bahkan check in melalui Path ketika melalui suatu tempat. Namun orang tersebut masih boros pada saat menggunakan listrik di rumah. Lalu gaya hidup go green tersebut hanya dijadikan untuk ajang pamer agak terlihat peduli dengan bumi atau benar-benar ingin membantu mengurangi dampak pemanasan global?

Memang tidaklah salah untuk menulisnya di media sosial apalagi di dunia digital seperti sekarang ini. Ketika kita melakukan sesuatu rasanya kurang puas jika kita tidak mempostingnya di media sosial seperti Twitter, facebook, Path, dll. Namun terkadang banyak orang yang hanya melakukan go green untuk ajang pamer di media sosial dan tidak mendalami arti penting untuk hidup secara go green seperti contoh di atas.

Hal tersebut sungguh menyedihkan dan ironis jika orang tersebut mengaku bahwa dia sungguh-sungguh melakukan gaya hidup go green namun tidak didalami dengan baik.

Jika kita ingin sungguh-sungguh membantu mengurangi dampak pemanasan global cobalah melakukan hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, bawa botol minum ketika berpergian dan menggunakan angkutan umum walaupun sulit dilakukan daripada hanya sekedar update satu kegiatan dimedia sosial. Satu hal lagi yang perlu diingat adalah bahwa ketika kita melakukan gaya hidup go green janganlah setengah-setengah dalam melakukannya karena hal itu bukannya membantu mengurangi pemanasan global malah akan menambah dampak pemanasan global.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Bumi bukan warisan nenek moyang tetapi pinjaman dari cucu kita.” Oleh sebab itu jagalah bumi kita dengan baik karena dampaknya akan bukan dirasakan oleh kita melainkan oleh cucu kita sendiri. Selain itu ingatlah bahwa kita hanya memiliki 1 bumi untuk ditinggali, bila bumi kita rusak parah lalu dimana lagi kita akan tinggal?

Tania Monica adalah mahasiswi STIKOM London School Of Public Relations Jakarta. Penulis bisa dihubungi melalui email: taniamonicaa@gmail.com